'Kami terima dilapangan bahwa serdadu TNI pada saat pukul 14.00 WA, rakyat sudah ada yang ditembak.'
'Mereka memasuki kawasan tersebut secara brutal dan
babar menembak ke udara dan memukul masyarakat
setempat. Ekses dari penyisiran tersebut mengakibatkan
masyarakat trauma..'
|
|
7 November 2001;
ibuan serdadu TNI/Polri melakukan operasi penyisiran di Kecamatan Sugoe Raya Kabupaten Acheh timur. Dalam operasi penyisiran tersebut TNI memberikan pengumuman kepada rakyat melalui pengerah suara, "pengumuman ini kami beritahukan kepada rakyat agar menyerahkan dan mengembalikan senjata yang dimilikinyan kepada pasukan TNI/Polri, jika senjata itu tidak dikembalikan maka pemuda, orang tua, dan remaja akan kami tembak dan kami siksa, menurut laporan yang kami terima dilapangan bahwa serdadu TNI pada saat pukul 14.00 WA, rakyat sudah ada yang ditembak, namun kami belum dapat mengidentifikasi nama korban yang ditembak.
Sementara di Acheh Utara
Isu Mogok sudah merebak ditengah-tengah masyarakat di
Acheh Utara, mereka sudah siap untuk melakukan mogok
pada tanggal 8 November 2001.Pada saat isu mogok ini
mendapat respon dari masyarakat, Kemarahan serdadu TNI
dengan menangkap 13 orang pemuda disalah satu desa di
kawasan Lhokseumawe Acheh Utara, mereka diduga sebagai pelaku peledakan BOM.
Di Acheh Pidie
pada tanggal 6 November 2001 pukul 14.00 WA Serdadu
TNI melakukan operasi penyisiran dan pemeriksaan
KTP-KTP penduduk secara besar-besaran di kecamatan
Mutiara Pidie, kemudian juga dilakukannya penyisiran
di kawasan Tiro pidie menjelang rencana kedatangan
wakil presiden indonesia Hamzah Haz ke kawasan
tersebut, masyarakat disana sudah mulai resah akibat
tersebut.
Di Wilayah Pidie Masyarakat sudah siap-siap untuk
melakukan mogok massal, namun mereka terus diteror,
intimidasi oleh TNI?polri agar pada hari H (mogok) tidak melakukan mogok.
Di Acheh Seulatan
pada tanggal 7 November 2001, Serdadu TNI dan Brimob
melakukan operasi penyisiran ke tiga kecamatan yaitu
(1)kecamatan Klut selatan tepatnya di desa paya dapu
dengan kekuatan personil 500 orang (2)Kecamatan Klut
Utara tepatnya di desa Ruak dengan kekuatan personil
250 orang dan (3) Kecamatan Sawang tepatnya di desa
Ulee Jalan dengan kekuatan personil 400 orang.
Mereka memasuki kawasan tersebut secara brutal dan
babar menembak ke udara dan memukul masyarakat
setempat. Ekses dari penyisiran tersebut mengakibatkan
masyarakat trauma, takut dan mereka melarikan diri ke
hutan-hutan untuk menyelamatkan diri mereka.Ada beberapa korban dari peristiwa tersebut.
Banda Acheh dan Acheh Besar
Masyarakat di sini sudah siap-siap untuk melakukan
mogok massal pada tanggal 8 November 2001, terlihat
dari banyaknya masyarakat sudah mulai membeli
bahan-bahan pokok untuk persiapan mogok.
Inilah kondisi objektif dan realita yang kami
publikasikan kepada publik/masyarakat dunia.
|