AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Aksi Kejahatan Militer di Acheh Utara
 

16 NOVEMBER, 2001 (SIRA) —— Tanggal, 12 November 2001 puluhan anggoata TNI/Polri melakukan penyisiran dan pemblokiran di Desa Buket Ujong Blang Kecamatan Jamboe Ayee Acheh Utara. Kecamatan tersebut terletak kira-kira 25 KM kearah Timur dari kota Lhokseumawe. Dalam peristiwa tersebut sejumlah pasukan melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil. Menurut laporan yang kami terima bahwa masyarakat yang tertediri dari remaja, pemuda, dan orang tua semuanya telah mengungsi ke hutan karena takut akan keganasan aparat. Sekarang (16/11-2001) di desa tersebut hanya tinggal kaum wanita.

 
 
Oleh Faisal Ridha Murdani  
THE atjeh times  
   
Up ] Next ]  

 

'Ratusan pasukan TNI/Polri melakukan pengepungan terhadap Kampung Panca dan menyisir sejumlah desa yang berdampingan dengan kampung itu.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Sejumlah pasukan gabungan TNI/Polri BKO Lampakuk melakukan pengrebekan terhadap rumah saudara Sanusi salah seorang warga sipil di Desa Keureweung Kecamatan Indrapuri Acheh Besar. Serdadu TNI/Polri mengobrak - abrik rumah dan sejumlah perabot dirusak.'

 

 

 

 

 

 

  asukan gabungan TNI/Polri yang di BKO kan di Polsek dan Koramil Jambo Ayee tersebut membentuk Pos Operasi di perkampungan penduduk. Kedua kesatuan ini yaitu TNI/Polri sering kali melakukan berbagai macam bentuk kekerasan terhadap masyarakat setempat. Dua hari yang lewat (14/11 2001) masyarakat melihat 5 manyat laki-laki tergelatak di bawah pohon kayu (kami belum dapat mengidentivikasi Identitas korban). Ketika itu pula masyarakat bergegas untuk mengambil, tapi hal itu tidak bisa dilakukan karena pihak aparat tidak memberi izin untuk menguburkannya. Dan malah salah seorang Tokoh masyarakat (saat itu belum semuanya mengungsi) menjumpai Danton pasukan Rajawali untuk minta izin agar kelima mayat tersebut bisa dikebumikan, tapi keinginannya tetap ditolak.

Hingga laporan ini kami terima (16/11) aksi kekerasaan masih berlangsung dan masyarakat yang mengungsi belum bisa pulang kerumah, mereka masih terpencar dihutan belantara, jika dalam beberapa hari kedepan TNI/Polri masih bertindak represif dan belum membubarkan posnya ditengah pemukiman pendudk, maka ratusan masyarakat akan terlantar dihutan karena tidak berani pulang kerumah dan bahkan mereka akan terancam lapar karena persiapan logistiknya sangat kurang.

Aksi Militer di Acheh Besar

Selasa, 13 November 2001 ratusan pasukan TNI/Polri melakukan pengepungan terhadap Kampung Panca dan menyisir sejumlah desa yang berdampingan dengan kampung itu. Kampung Panca merupakan salah satu desa pedalaman di Kecamatan Seulimum Kabupaten Acheh Besar yang letaknya lebih kurang 40 KM ke arah timur dari Ibu Kota Propinsi Acheh. Desa ini menjadi titik vokus mereka dalam melakukan aksi penyisiran dan pengepungan. Selama melakukan operasi, mereka juga melakukan tindak kekerasan terhadap sejumlah masyarakat. Pasukan tersebut datang dari beberapa titik konsentrasi diantaranya 24 truk reo dan belasan mobil kijang dan Hiline datang dari arah Banda Acheh, sementara sekitar 50 personil dari SPN Seulawah dan 60 personil dari Janthoe Acheh Besar jalan kaki.

Serdadu yang berasal dari dua kesatuan yaitu Kostrad dan Polri memiliki peran masing-masing dalam merepresif rakyat. Pasukan dari Kostrad menetap di Pos yang juga dibentuk pada hari Selasa 13/11-2001 sementara dari kepolisian mereka aktiv melakukan penyisiran sambil mengintimidasi, melakukan teror dan menakut-nakuti warga sipil dengan menghambur-hamburkan peluru, disamping itu aparat keamanan juga memaksa sejumlah pemuda yang sedang duduk di Kedai Sp. Lamtamot untuk menunjukkan markas Gerakan Acheh Merdeka, apabila mereka tidak mau maka akan ditembak, dan akhirnya sejumlah pemuda dipaksakan untuk ikut bersama aparat dalam melakukan kegitan operasi, mereka belum dikembalikan hingga laporan ini kami terima (16/11-2001). Tindakan-tindakan tersebut membuat keluarga dan masyarakat panik dan trouma, akibatnya masyarakat yang mendiami desa tersebut serta sejumlah desa yang berdampingan dengan-nya tidak dapat melakukan aktivitas apapun. Apa lagi pihak aparat telah mendirikan Pos-Pos Operasi di beberapa tempat diantaranya : Meunasah Panca, Meunasah Lamkubu, SMP Lamkubu dan di bekas rumah transmigrasi Kampung Panca dan Lamkubu. Keempat Pos tersebut mengelilingi Kampung Panca, sehingga masyarakat di Kampung tersebut benar-benar terkepung dengan aksi-aksi militer. Aksi ini masih berlangsung hingga saat ini tanggal 16/11-2001.

Kamis 15 November 2001, Sejumlah pasukan gabungan TNI/Polri BKO Lampakuk melakukan pengrebekan terhadap rumah saudara Sanusi salah seorang warga sipil di Desa Keureweung Kecamatan Indrapuri Acheh Besar. Serdadu TNI/Polri mengobrak - abrik rumah dan sejumlah perabot dirusak.

Masih pada hari yang sama dan pasukan yang sama pula, tepatnya di Desa Lam Leuoet mereka kembali melepaskan peluru secara membabi buta. Sementara di Kampung Bung Siemeet sejumlah serdadu gabungan TNI/Polri melakukan intimidasi dan teror terhadap warga sipil setempat.

MORE NEWS ON ACEH

English section; in-depth

 

14 Achehnese NGOs oppose PEMDA's "All Inclusive Dialogue"

 

Di Desa Siron Kecamatan yang sama mereka mendirikan Pos Operasi di Kantor PKK. Sejak Pos itu dibentuk pada 15/11-2001 warga sipil mengalami ketakutan, sehingga banyak diantara warga yang mengurung diri di rumah. Menurut laporan masyarakat yang kami terima secara diam-diam, serdadu yang ditempatkan pada Pos tersebut sering mendatangi rumah-rumah penduduk dan bertindak sewenang-wenang, mereka menggunakan kamar mandi tanpa seinzin tuan rumah. Tindakan itu telah menciptakan troumatis warga sipil dan masih berlangsung sampai saat ini 16/11-2001.

Jum’at, 16 - 11 - 2001 dan Jam : 02.45. sejumlah orang bersenjata lengkap dengan menggunakan sebu (topeng) masuk kerumah Di Aly (35 th), warga masyarakat Lampaya Lhoknga Acheh Besar. Setibanya dirumah sekelompok pemuda itu mendobrak pintu depan rumah, lalu mereka menyeret korban dari kamar tidur ke ruang tamu, disini korban disiksa hingga babak belur. Menurut laporan keluarga, korban kemudian dimasukkan kedalam mobil kijang gelap, lalu korban dibawa bersama kelompok bersenjata itu. Sampai saat in kami belum mengetahui keberadaannya.

Korban adalah salah seorang tokoh masyarakat yang sangat aktiv memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri (self determination) melaui cara-cara damai dan demokratis. Beliu juga salah seorang yang mengorganisir massa di wilayahnya pada Acara Sidang Umum Masyarakat Perjuang Referendum Acheh (SU MPR) Acheh 8 November 1999 dan acara SIRA RAKAN 8/14 November 2000.

Korban meninggalkan satu orang isteri dan 3 orang anak,

AKSI MILITER DI ACEH SELATAN

Pada hari Kamis, 15 November 2001 sekitar pukul 11.00 WIB, di Desa Tringgadeng Kecamatan Sawang terjadi kontak senjata antara pasukan TNI dari Kesatuan Brawijaya/Kostrad yang ditempatkan di Kecamatan Sawang, Acheh Selatan dengan Anggota GAM, selama satu jam. Pada hari itu juga, sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan aparat melanjutkan penyisiran ke desa Trieng Meuduro. Sesampai di desa tersebut, aparat melakukan pembakaran terhadap tiga rumah warga sipil dengan alasan bahwa rumah tersebut adalah tempat persembunyian anggota GAM. Berikut data korban pembakaran:

No

Nama Korban, Umur, Jenis Kelamin

Pekerjaan

Alamat

Kondisi Korban

Kerugian lainnya

1

Tgk.Nuh, 40 thn, L

Tani

Desa Trieng Meuduro Kec. Sawang Acheh Selatan

-

Satu unit rumah dan isinya

2

Raja Jauri, 16 thn, L

Tani

Idem

-

Idem

3

Keuchik Hasan, 45 thn, L

Tani

Idem

-

Idem

Kami berharap kepada kawan-kawan yang menerima informasi ini untuk disebar luaskan kepada lembaga-lembaga yang bekerja untuk kemanusian, demokrasi dan perdamain, sehingga ratusan masyarakat di Desa Buket Ujong Blang yang saat ini berada dihutan belantara dan ribuan masyarakat di Desa Panca dan sekitarnya serta sejumalah masyarakat di Acheh Selatan yang diguncang ketakutan bisa diselamatkan dari ancaman TNI/Polri. Mereka yang mengungsi kehutan terdiri dari kaum remaja (pelajar), pemuda dan orang tua.

Data ini bersumber: Acheh Selatan sumber data dari Koalisi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Acheh Barat (KAGEMPAR); Acheh Besar sumber data dari Forum Kutarajda dan hasi Investigasi Komisi Investigasi dan Data SIRA; Acheh Utara sumber data dari Mahasiswa dan Pemuda Pejuang Rakyat Acheh (MAPPRA).

Banda Acheh, 16 November 2001; Komisi Investigasi dan Data SIRA. Hamzah, Koordinator

   

 

 
iNTERNET, baca informasi lainya
Serambi Indonesia
Waspada.com
Front Perlawanan Demokratik Rakyat Acheh
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.