|
'TNI tersebut
mengancam agar jangan melapor kemana mana, kalau
melapor juga, rumah mereka akan dibakar dan korban beserta isterinya akan diambil lagi.' |
|
orban baru dilepas pada pukul 18.:00, korban diantar kerumahnya oleh TNI BKO EMOI (Batalyon 121/122 Kodam I Bukit Barisan) yang berposko di samping Mesjid Desa Alue Lim (Jalan Line Pipa). Komandan Pos bernama: Serka Marbun dari Batalyon 121 Kodam I Bukit Barisan Menurut keterangan korban,dia dipukuli dan disiksa dari sejak mulai ditangkap sampai dia tidak sadarkan diri setelah di kepalanya dibacok dengan parang milik korban. Korban dituduh sebagai Mata Mata GAM.
Saat korban diserahkan kepada keluarganya, TNI tersebut
mengancam agar jangan melapor kemana mana, kalau melapor juga, rumah mereka akan dibakar dan korban beserta isterinya akan diambil lagi. Korban menderita
sakit hampir diseluruh tubuh dan Luka Robek sedalam 1,5 centi meter dan panjang 10 centi meter di bagian kepala. Korban sudah mendapatkan perawatan pada Paramedis (Mantri) di kampungnya dan sekarang korban beserta keluarganya sangat ketakutan.
Pukul 14:00
A.Thaleb (39 th) warga Desa Alue Lim,Kecamatan Blang
Mangat,Kabupaten Acheh Utara.
Kronologis
Korban baru pulang dari kota Kabupaten Lhokseumawe
dengan menggunakan Angkutan Pedesaan (labi-labi),
sampai di simpang Jalan Line Pipa Desa Alue Lim,
Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Acheh Utara,korban
beserta beberapa penumpang lainnya disetop oleh TNI
BKO EMOI (Batalyon 121/122 Kodam I Bukit Barisan) yang berposko di samping Mesjid Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Acheh Utara.TNI BKO EMOI yang berjumlah 7 personil tersebut sedang melakukan Razia Kartu Tanda Penduduk (KTP). Semua penumpang laki-laki disuruh turun dan kemudian disuruh berbaris dipinggir jalan sambil mengangkat baju, lalu satu persatu di periksa KTP. Sampai pada giliran korban, saat ditanyai lahir tahun berapa,karena ketakutan korban tidak bisa menjawab, kemudian seorang penumpang lainnya yang satu kampung dengan korban menjelaskan, setelah itu korban dipaksa untuk membenturkan kepalanya sendiri ke kaca mobil sebanyak 4 kali, kemudian disuruh membentutkan lagi kepala korban ke pintu mobil sebanyak 3 kali.korban menderita bengkak di bagian kening. TNI
yang memaksa korban membenturkan kepala bernama: serka Marbun.
Keterangan: Sepanjang Jalan Line Pipa EMOI terdapat
banyak posko TNI BKO yang bertugas untuk mengamankan fasilitas/kelancaran operasional EXXON, tetapi TNI BKO tersebut sering berpatroli ke kampung-kampung sekitar posko, sehingga membuat warga Desa Desa sekitar posko sering menjadi korban. Di Tiga Desa dalam wilayah Kecamatan Blang Mangat yang dilintasi Jalan Line Pipa (Desa Blang Buloh, Desa Alue Lim dan Desa Jeuleukat) terdapat sebanyak 18 (delapan belas) posko TNI BKO EMOI, yang masing masing pos hanya berjarak antara Setengah sampai Satu Kilometer. Posko terbesar/markas yaitu yang di Komplek Perumahan Korpri. Disini terdapat/sering terlihat Dua Unit Panser dan berpuluh puluh Truck Reo.
|
|
'Korban tertembak saat hendak berlari pulang ke rumahnya, korban tertembak di tiga tempat: di pinggul kanan, dipangkal paha kanan dan kiri.' |
|
25 s/d 26 November, 2001
Minggu, 25 November 2001
Abdul Hamid Bin Abdullah (28 th), warga Dusun Krueng
Inoeng Desa Blang Adoe Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara.
Kronologis
Korban ditangkap di rumahnya pada malam Minggu pukul
02:00 dini hari oleh pasukan TNI gabungan Yon 121/122
Kodam I Bukit Barisan BKO EMOI yang berposko di Jalan Line Pipa tepatnya di Repiter RRI Desa Jeuleukat
Kecamatan Blang Mangat Kabupaten Acheh Utara, sebanyak 25 personil TNI pada malam tersebut melakukan Operasi Militer ke Desa Blang Adoe, sampai di rumah korban yang hanya berjarak 1 km dari posko tersebut TNI
menggedor rumah korban, kemudian korban ditangkap,
saat hendak ditangkap, korban melakukan perlawanan,
kemudian korban dibawa bersama TNI untuk ikut operasi
ke desa-desa tetangga, pagi hari itu korban dibawa
pulang kembali sekitar 50 meter berjarak dari rumah
korban, korban disuruh berlari agar cepat sampai ke
rumahnya, korbanpun berlari, namun baru 10 meter
korban berlari langsung ditembak dari belakang hingga
korban meninggal seketika di TKP.
Dan Ki (Komandan Kompi) bernama Lettu Imam dari Yonif
121 Kodam I BB.
Minggu, 25 November 2001, Pukul 01:30
Sebanyak 20 personil TNI BKO yang berposko di Lorong
03 Desa Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti Kabupaten
Acheh Utara, melakukan Operasi Militer ke Desa Ulee
Jalan Kecamatan yang sama dengan menggunakan dua unit
mobil Kijang Mini Bus dan VW Kodok. Malam itu TNI pada pukul 02:00 menggeledah rumah salah seorang warga dan memukul hingga kritis beberapa warga.
Zakaria (35 th), seorang nelayan, rumahnya
digeledah dan dituduh menyembunyikan senjata api, tapi
TNI tidak menemukan apa-apa, selanjutnya korban
ditanyai seseorang bernama "Bulek" yang dituduh
sebagai anggota GAM, karena korban menjawab tidak
tahu, korban akhirnya dipukuli hingga kritis, kemudian
TNI juga memukuli beberapa warga lainnya yang sedang
berjualan dan yang sedang Tadarrus (mengaji)
diantaranya:
- Saiful Bin Majid (23 th), jualan/kios.
- Idris Bin Majid (16 th), tadarrus.
- Ridwan Bin Jamaluddin (17 th), tadarrus.
- Sulaiman Bin Kamaruddin (17 th), tadarrus.
Keempat warga ini dipukuli karena tidak tahu/tidak
kenal "Bulek"--orang yang sedang dicari TNI-- mereka
dipukuli ditempat yang berdekatan, Saiful di kiosnya
dan korban lainnya di Balai Pengajian saat sedang
Tadarrus yang berdekatan dengan warung Saiful.
Setelah itu TNI mengumpulkan 12 orang warga lainnya
yang sedang duduk-duduk di kios Saiful menunggu saat
Sahur, warga disuruh berdiri hadap-hadapan kemudian
dipaksa untuk saling memukul/menampar selama 20 menit.
Selanjutnya TNI meninggalkan desa tersebut, warga
yang kesakitan itu kemudian bubar dan pulang ke rumah
masing masing, sedang yang kritis kemudian digotong
oleh warga lainnya ke rumah masing-masing.
Senin, 26 November 2001, pukul 17:00
Lima personil TNI BKO EMOI Yonif 121/122 Kodam I BB yang berposko di Jalan Line Pipa, tepatnya di samping
Mesjid Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat Kabupaten Acheh Utara mendatangi Desa Paya Leupah kemukiman Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara dengan berjalan kaki, kemudian terjadi penghadangan oleh pasukan GAM dan terjadilah kontak senjata selama 10 menit, usai kontak senjata, warga
desa tersebut mendapati seorang warga yang menjadi
korban peluru nyasar (disasarkan) pihak TNI, korban
bernama: Zulfan Bin Badaruddin (05 th), warga Desa Paya Leupah kemukiman Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara.
Korban tertembak saat hendak berlari pulang ke rumahnya, korban tertembak di tiga tempat: di pinggul kanan, dipangkal paha kanan dan kiri, kemudian keluarga korban dan warga lainnya mengantar korban ke RSU Tjut Meutia Lhokseumawe dengan menggunakan mobil Toyota Hiace milik salah seorang warga setempat, sampai hari ini korban masih terbaring di Kamar Operasi, pihak RSU tidak sanggup menangani karena peluru masih bersarang di bagian perut bagian bawah (mengutip keterangan Dokter Kepala Kamar Operasi), peluru bersarang di bagian Saraf dan kalau
dipaksakan Operasi ditakutkan akan berakibat fatal dan pihak RSU menyarankan korban segera di Rujuk ke Medan
Sumatera Utara.
Keterangan: Zulfan Bin Badaruddin, korban peluru
nyasar,sudah dirujuk ke RS H; Adam Malik, Medan Sumatera Utara tadi siang pada pukul: 13.30 dengan Ambulance RSU Tjut Meutia Lhokseumawe, Acheh Utara. (end)
|