AT Halaman Muka

Arsip, versi Inggris

Arsip, versi Malay

Surati Kami

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fragile archipelago

Indonesia secrete

 

The Acheh Times is best viewed by:

 

Ulangtahun Acheh Merdeka Yang Ke-25 4 Desember 1976 - 4 Desember 2001

 

 

Amanat PYM Tengku Hasan M. diTiro
Wali Negara Atjčh

 

 

 

 

THE ACHEH TIMES

 

 

Back ] Up ] Next ]

 

 

 

 

 

 

 

 

'Sejak 52 tahun, kita telah menyaksikan bagaimana
penjajah militer Jawa, secara sistematik merampok dan
merusak negeri kita.'

 

Bangsa Acheh yang dikasihi!
Assalamu'alaikum!

angan sekali-kali kita lupa bahwa sejak kedaulatan Acheh diserahkan oleh Belanda secara illegal kepada rejim Indonesia-Jawa pada tahun 1949, kita sudah kehilangan hak sejarah dan kemuliaan sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Sejak 52 tahun, kita telah menyaksikan bagaimana
penjajah militer Jawa, secara sistematik merampok dan
merusak negeri kita. Perbuatan ini dilakukan  dengan
dorongan dan kerjasama negara-negara asing.

Kita tidak akan lupa bagaimana pimpinan militarist-Jawa, mulai dari sejak rejim Sokarno, Suharto, Habibie, Abdurrahman Wahid dan kini Megawati Sukarnoputri, silih berganti telah menjadikan Acheh sebagai ladang pembantaian. Kejahatan manusia yang mereka lakukan itu telah tercatat dengan baik dan terus mereka lakukan sehingga hari ini tanpa batasannya. Malah mereka sedang mengirim pasukan yang lebih besar lagi ke negeri kita.

Rejim Indonesia yang sudah kehilangan moral, bangkrut
ekonomi dan dalam krisis politik yang kronis, masih
terus berusaha untuk meneruskan kekuasaan illegalnya
ke atas Acheh, dengan pemberian apa yang dinamakan
status 'Nanggroë Acheh Darussalam' (NAD) yang
samasekali tidak dapat kita terima karena ini adalah
omong kosong dan penipuan politik mereka belaka.

Pada Hari Peringatan Ulangtahun Acheh Merdeka Yang
ke-25 yang bersejarah ini, saya menyeru kepada seluruh
bangsa Acheh yang gagah perkasa supaya berdiri teguh
dan tekad meneruskan perjuangan suci yang legal ini menentang aggressor  Indonesia-Djawa sampai tercapai kemenangan yang terachir, walaupun kita harus menghadapi apapun yang akan terjadi.

Merdeka!
Wassalam

Tengku Hasan M. di Tiro; Wali Negara Acheh, Sumatra

 

 

 

 

 

 

'Orang Acheh telah tertulis dalam sejarah dan tradisi sebagai negara yang merdeka. Walaupun Sultan atau Raja saat itu dibunuh, negara Acheh akan tetap berdiri.'

 

Statement
Oleh Tengku Hasan M. diTiro
Presiden Acheh; 4 Desember, 2001
 
ari perspektif sejarah, Belanda dan juga dunia hampir mengetahui perbedaan yang sangat besar antara Jawa dan Acheh. Dalam debat tentang Acheh di Parlemen Belanda tanggal 5-6 November 1907, salah seorang anggota parlemen, Ijzemar, menunjukkan bahwa: "Acheh tidak bisa dibandingkan dengan Jawa. Di Jawa dan juga pulau-pulau lain, apabila anda telah membunuh Sultan atau Raja, maka semua yang lain akan menyerah. Hal demikian tidak terjadi di Acheh, karena orang Acheh telah tertulis dalam sejarah dan tradisi sebagai negara yang merdeka. Walaupun Sultan atau Raja saat itu dibunuh, negara Acheh akan tetap berdiri. Itu yang terjadi tahun 1873. Bangsa Acheh tetap berdiri dan melanjutkan peperangan melawan Belanda." Dan hal ini juga terjadi sekarang terhadap kolonialis Indonesia-Jawa!
 
Negara Acheh adalah negara tertua yang merdeka dan
berdaulat  di Asia yang berhasil melawan semua kolonial barat. Sebelum diakui secara universal, termasuk oleh Inggris, AS, Portugal, Perancis, Turki, Belanda, dll.
 
Ketika Belanda memaklumkan perang kepada Kerajaan
Acheh pada tanggal 26 Maret 1873, Belanda segera
memberitahu pemerintah USA dan meminta dukungan terhadap agresi mereka. Presiden AS, Ulysses S.Grant, segera menolak memberi dukukngan terhadap agresi Belanda itu dan menyatakan bahwa AS "Tidak berpihak dan Netral" Presiden Grant kemudian mengirimkan pesan kepada Congress: "Informasi resmi telah diterima dari Pemerintah Belanda tentang dimaklumkannya perang antara Raja Netherland dan Sultan Acheh. Semua pejabat AS yang berada di dekat kawasan peperangan telah diperintahkan untuk  tidak berpihak dan bersikap netral. Dipercayai perintah tersebut telah ditaati." (Messages and Papers of the Presidents, p. 4192)
 
Dari perspektif sejarah, tanggal 28 Juli 1873, Lord
Stanley of Alderley, membuat pernyataan resmi tentang
situasi Acheh, dan Lord Yang Mulia itu menyimpulkan:
"Belanda tidak mempunyai dasar untuk berselisih dengan
Acheh, karena mereka tidak pernah melakukan seesuatu perbuatan yang merugikan Belanda. Tetapi Belanda telah menyerang Acheh dan menemui kegagalan."
 
Mengambil referensi kepada perjanjian Anglo-Belanda tahun1871, yang sebagian mengatakan bahwa Inggris tidak
lagi mempunyai kewajiban untuk membela Acheh, sebagaimana diatur dalam Perjanjian Persekutuan Acheh-Inggris tahun 1819, Lord Stanley bertanya: "Kenapa mereka (menteri-menteri Inggris) tidak membela kepentingan Acheh, padahal negara itu berhak untuk mengharapkan pada kita supaya tidak melupakan kemerdekaan mereka yang telah lama, dan sejarah mereka, yang dalam periode tertentu sangat cemerlang. Acheh telah menjadi  negara yang merdeka di waktu Belanda masih menjadi provinsi Spanyol." (Hansard, House of Lords, Debates, July 28, 1873, vol. pp. 1077-1081).
 
P.N.M. Dr. Teungku Hasan M. diTiro
Presiden Negara Acheh; Stockholm, Sweden

Surat atau telephon untuk ASNLF dapat dihubungi langsung dengan alamat: Acheh/Sumatra National Liberation Front; P.O. Box 130, S-145 01 Norsborg, Sweden; Tel/Fax: +46 8531 91275

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

http://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.htmlhttp://rds.yahoo.com/S=2766679/K=M.HASAN+TIRO/v=2/SID=e/l=WS1/R=1/H=0/IPC=us/SHE=0/*-http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1999/12/08/0023.html