|
"Walaupun tidak diberi kesempatan oleh TNI/Polri
sehingga tempat di pinggir gunung dilakukan penyisiran. Di
udara dideteksi melalui helikopter dimana tempat kami mau bikin
HUT. Kami tetap bertekad merayakan ulang tahun ini," kata
juru bicara GAM wilayah Acheh Besar Ayah Sofyan kepada detikcom,
Senin (3/11/2001).
Ayah Sofyan mengakui, peringatan HUT GAM kali ini tidak
semeriah tahun-tahun lalu. Namun demikian, acara ritual inti
tetap akan dilaksanakan. Urut-urutan peringatan HUT GAM adalah,
pertama parade prajurit GAM. Acara kemudian diikuti dengan
pengibaran bendera pusaka GAM (bulan bintang) diiringi adzan,
pembacaan naskah asli dari wali nanggroe. Acara dilanjutkan
pidato Panglima wilayah dan ditutup dengan doa.
Sepuluh wilayah di Acheh semuanya akan menggelar upacara
peringatan HUT GAM. Acara di Komando Pusat di Tiro akan
dipimpin langsung oleh Panglima GAM Tgk Abdullah Syafii. "Komando
pusat langsung akan memimpin upacara. Sama seperti halnya di
Acheh Rayo akan dipimpin Panglima Wilayah Acheh Rayo, Tgk Mahdi
sebagai inspektur," kata Ayah Sofyan.
Menghadapi kemungkinan sergapan dari pasukan TNI/Polri, GAM
sudah siap mengantisipasi. Dijelaskan Ayah Sofyan, beberapa
titik sudah disiapkan pengawalan ketat. "Di Acheh Rayo ada
tujuh pos untuk pengamanan tempat upacara. Seluruh senjata kita
sampaikan di pos-pos pengawalan sementara beberapa pucuk untuk
pengamanan Panglima atau yang mengiringi Panglima," ujar
AYah SOfyan.(tis) |