AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Data Pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang Dilakukan TNI/Polri di Acheh Utara
 

28 Nov s/d 4 Des 2001

Oleh Muhibuddin Ben H.Usman  
THE ACHEH TIMES
 
Back ] Up ] Next ]  

 
    Desember 2001
 

'Warga perempuan juga menjadi korban pemukulan oleh TNI yang sama, korban dianiaya hingga kritis hanya karena korban tidak mengetahui dimana AGAM.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Kondisi korban sangat mengenaskan, pada bagian kepala pecah sampai ke bagian telinga, keluar darah pada telinga, hidung dan mulut.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Kondisi di sana masih sangat mencekam, warga
tidak berani keluar untuk sembahyang Tarawih dan
Bertadarrus.'

 

inggu 2 Desember 2001 Pukul 16.00 Aparat TNI BKO yang berposko di Lorong 3 Desa Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti Kabupaten Acheh Utara, melakukan patroli ke Desa Ulee Jalan Kecamatan yang sama, TNI BKO tersebut menggerebek rumah salah seorang warga yang bernama: Teungku Lidan (41 th). Semua isi rumah berantakan, kasur dan ranjang korban di obrak abrik.

Minggu 2 Desember 2001 Pukul 11.00
TNI BKO EMOI melakukan Operasi Militer ke desa-desa
dalam wilayah Kecamatan Lhoksukon, di Desa Pulau Dalong TNI menganiaya seorang warga desa tersebut hingga korban meninggal dunia, korban bernama: Jamaluddin Ben Usman (37 th), kepada korban ditanyai dimana lokasi upacara Milad GAM,korban menjawab tidak tahu, selanjutnya korban dipukuli hingga korban meninggal dunia di TKP. Sedangkan di Desa Meunasah Nga seorang warga perempuan juga menjadi korban pemukulan oleh TNI yang sama, korban dianiaya hingga kritis hanya karena korban tidak mengetahui dimana AGAM mengadakan Upacara Milad? Ulang Tahun yang ke 25. korban bernama: Halimah Benti Latif (26 th). Sekarang korban masih dalam perawatan.

Tanggal 2 Desember 2001 Pukul 09.00
Udin Amin Ben Buyong (45 th) warga Desa Batee VI
Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara.

Kronologis
Korban seperti biasa berangkat bekerja ke
Lhokseumawe(tukang becak) dengan menggunakan Angkutan Pedesaan (labi-labi),sampai di Simpang Line Pipa Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat, Acheh Utara, mobil yang ditumpangi korban distop Kelompok Marbun cs (TNI BKO EMOI) yang berposko di Jalan Line Pipa tepatnya di samping Mesjid Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat, Acheh Utara yang sedang melakukan razia KTP disana. Semua penumpang yang laki-laki disuruh turun dan kemudian diperiksa satu persatu.sampai pada giliran korban,saat diperiksa,di dompet korban ditemukan 2 lembar KTP, satu KTP yang masih berlaku dan satu yang
sudah habis masa berlakunya, ditemukan juga di dalam
dompet korban selembar kertas Rokok (paper). Kemudian
penumpang yang lain disuruh naik dam mobil disuruh
berangkat sedangkan korban ditahan bersama TNI BKO
tersebut. Selanjutnya korban langsung dipukuli dan
ditendang,korban dituduh mengisap ganja. Korban baru
dilepas pada pukul 10.40 dan korban mengaku sangat
kesakitan dan juga takut atas peristiwa yang menimpa
dirinya. 

Senin 3 Desember 2001 Pukul 03.35 dinihari.
Sayed Muhammad Ben Sayet Daud (37 th) warga Lorong 1
Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kabupaten Acheh Utara.

Kronologis
Korban ditemani isterinya hendak buang air ke pinggir
laut, isteri korban kemudian melihat TNI BKO (Kostrad)
yang berposko di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memasuki
desa dan memberitahukan pada suaminya, kemudian korban
menyuruh sang istri pulang dan korban kemudian naik ke
perahu miliknya, selanjutnya korban berpura pura membuang air yang ada di dalam boat, tak lama kemudian TNI mendatangi korban dan langsung menembak korban, korban kemudian terjatuh ke air dan korban kemudian terus berenang untuk menyelamatkan diri. Pagi hari korban sampai ke pinggir laut di kawasan Meunasah Manyang Kemukiman Kandang Kecamatan Muara Dua, korban yang tertembak di siku kanan tersebut kemudian ditolong oleh masyarakat. Sekarang korban berada di suatu tempat dan sedang berobat.

Pada Tanggal 3 Desenber 2001 Pukul 07.30 pagi, korban ditemukan oleh masyarakat di Simpang Pabrik Kertas Kraft (KKA) sudah menjadi Mayat. Kondisi korban sangat mengenaskan, pada bagian kepala pecah sampai ke bagian telinga, keluar darah pada telinga, hidung dan mulut.
Jenazah korban kemudian dijemput oleh pihak keluarga
dengan menggunakan Ambulance Satgana PMI Acheh Utara.

Pada Senin 3 Desember ini juga terjadi beberapa
Insiden Kontak Senjata antara AGAM versus TNI di
beberapa tempat di Acheh Utara, akibatnya beberapa
warga masyarakat menjadi korban penangkapan dan
pemukulan oleh TNI, diantaranya:

Di Babah Buloh Kecamatan Sawang. Pukul 07.00, TNI BKO yang sudah 4 hari mengadakan Operasi Militer untuk
mencari tempat upacara Milad AGAM dihadang oleh AGAM di Desa Meunasah Pulo, Babah Buloh. Kontak Tembak pun terjadi selama 20 menit.ekses dari insiden ini 4 warga dipukul dan kemudian dibawa bersama TNI yang datang memberi bantuan dan menyisir desa-desa di sekitar
lokasi kejadian, sampai saat ini nasib dan keberadaan
korban belum diketahui, nama nama korban yang
ditangkap pada pukul 08.30 tersebut adalah:

  1. Syahrul Fadli Ben Abdullah (18 th) warga Meunasah
    Pulo Babah Buloh Kecamatan Sawang Kabupaten Acheh Utara.
  2. M. Syahril Ben Abubakar (17 th) warga Meunasah Pulo Babah Buloh kecamatan Sawang Kabupaten Acheh Utara.
  3. Abdurrahman Ben Salem (45 th) warga Meunasah
    Punteuet Kecamatan Sawang dan
  4. Faisal Ben Abdurrahman (17 th) warga Meunasah
    Punteuet Kecamatan Sawang Kabupaten Acheh Utara.

Dalam kontak senjata ini seorang warga sipil juga
menjadi korban penembakan, korban bernama: Abubakar
Ben H.Ali (22 th) warga desa Babah Krueng Kecamatan
Sawang, Acheh Utara. Korban tertembak saat baru pulang
dari Krueng Manee, korban terkena tembakan di beberapa
tempat: di bagian Punggung, dibagian tangan kanan dan
kiri. Hari ini (Selasa) 4 Desember rencananya korban
akan di Operasi oleh pihak RSU Tjut Meutia Lhokseumawe. Insiden Kontak Senjata juga terjadi di Desa Tanjong Putoh Ranto Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Acheh Utara. Pukul 11.00  TNI BKO EMOI yang sedang melakukan Operasi Militer untuk mencari dan menggagalkan Milad AGAM yang ke 25 tersebut dihadang oleh Gerilyawan AGAM di Desa Tanjong Putoh Ranto Kecamatan Tanah Luas. Kontak Senjata berlangsung selama 30 menit.pasca insiden itu warga masyarakat sangat ketakutan dan berlari ke hutan hutan untuk menyelamatkan diri. Sampai saat ini kondisi disana masih memanas.

Di Desa Batee Lapan Kecamatan Kuta Makmur juga terjadi
kontak senjata selama 30 menit antara Gerilyawan AGAM
dengan Pasukan TNI. Pada Pukul 11.00 terjadi kontak tembak di tiga titik, di Lorong Rahayu, Lorong Damai Simpang Jambe dan di Batee Lapan.Aparat TNI BKO dari berbagai kesatuan (Batalyon 507 Rajawali- Batalyon 411 Kostrad- Koramil 02 Kuta Makmur) yang sudah 4 hari menyisir desa-desa di wilayah Kuta Makmur dihadang oleh Gerilyawan Agam. Pasca kejadian itu TNI BKO Koramil 02 Kuta Makmur (Yon 507 Rajawali) menangkap seorang warga Desa Batee Lapan yang sehari hari berprofesi sebagai penarik Ojeg (RBT), korban bernama: Ridwan Ben Ibrahim (27 th). Korban ditangkap saat sedang menjemput kakaknya dari Simpang Jambee, setelah ditangkap korban diperiksa dan kemudian TNI tersebut mengambil Uang di dompet korban sejumlah: Rp 600.000. Korban dituduh sebagai mata-mata GAM, kemudian korban dibawa kerumahnya, selanjutnya rumah korban digeledah, setelah digeledah dan tidak ditemukan apapun seperti yang dituduhkan korban diserahkan pada ibu korban dan TNI tersebut tetap berada di rymah korban.

Satu Jam kemudian datang bantuan dari Lhokseumawee (satu Tank, Dua Truck Reo) untuk menjemput Anggota TNI yang tertembak dalam insiden bersenjata tersebut. Kemudian TNI BKO tersebut mendatangi lagi korban yang sedang kesakitan dan kemudian memukul lagi korban. Korban dipukuli di rumahnya dan dalam pangkuan sang ibu didepan mata Ayah dan adik adik korban. Korban baru dilepas dan disuruh berobat pada Pukul 15.30. TNI tersebut juga mengancam korban dan keluarganya agar jangan mengadu kemana mana. Korban sudah ditangani oleh Paramedis Puskesmas Simpang Keuramat dan sekarang berada di suatu tempat. Korban tidak berani pulang ke rumahnya karena TNI masih berada di Desa dan rumahnya. Sampai saat ini (pukul 23.00) TNI masih menyisir desa Batee Lapan dan desa desa di sekitar (Batee Nam, Cot Madon, Simpang Jambee, Drien Tihang, Pantee Bahagia, Bambang Kuneng, dll).

Kondisi di sana masih sangat mencekam, warga
tidak berani keluar untuk sembahyang Tarawih dan
Bertadarrus. Suara Bom dan Letusan senjata masih
terdengar saat saya mengetik laporan ini. Doakan agar
kami terhindar dari maut yang setiap saat bisa
mengintai kami disini.

Catatan Tambahan
Tiga orang warga yang ditangkap TNI di Desa Ujong
Blang, Banda Sakti pada malam Tanggal 28 November,
Mereka sudah dilepas, ketiga korban ditahan TNI satu
malam, besoknya mereka dilepas. Sekarang korban sedang
menjalani perawatan di RS Arun. Ketiga korban menderita patah Tulang Leher dan pecah di bagian kepala.

Sedangkan mengenai korban yang ditembak Brimob di
keudee Amplah Kecamatan Nisam, Setelah kami telusuri
ternyata korban tidak dibawa ke RS Kesrem oleh Marinir
yang berposko di Desa Gampong Barat Kecamatan Nisam,
Acheh Utara.

     
    Tanggal 1 Desember 2001 Pukul 05.00 pagi. Handayani Ben Zakaria (31 th) warga Desa Uteuen Kot, Cunda Kecamatan Muara Dua Kabupaten Acheh Utara Korban diambil di rumahnya di jalan SMP Cunda oleh Brimob yang datang dengan menggunakan tiga unit mobil Kijang Mini Bus.

Tanggal 1 Desember 2001 Pukul  16.00

  1. Muhalim Ben Abdullah (21 th), 10 jahitan, uang Rp.
    113.000 dirampas, warga Mns Beunot Kec.
    Syamtalira Bayu. 
  2. Jamaluddin Ben Amin (21 th), 30 jahitan,warga
    Meunasah Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu.
  3. A Hadi Ben Ibrahim (19 th), 30 jahitan, Warga
    Meunasah Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu.
  4. Faisal Ben Dadeh (20 th), WARGA Meunasah Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu.
  5. Jufrizal Ben A. Rahman (18 th), warga Meunasah
    Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu, Acheh Utara.  
    Ke Lima korban lagi kerja di Kilang Kayu Walidin (33th).

Warga Meunasah Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu. Datang ke TKP(Jalan Banda Acheh-Medan Desa Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Acheh Utara) Enam personil Brimob  Polres Acheh Utara dengan menggunakan 3 sepeda motor, Brimob tersebut juga membawa 2 Senapan panjang, 4 pistol Colt, kepada korban POLRI (BRIMOB) tersebut menanyakan si Wan panjang, korban menjawab tak kenal, karena sudah enam bulan tak ada lagi di kampung ini. Semua korban sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kec. Syamtalira Bayu Kab. Acheh Utara.

Tanggal 4 Desember 2001 Pukul 13.00
Terjadi kontak Senjata antara pihak AGAM dengan TNI
BKO yang sedang Operasi Militer untuk mencari tempat
upacara Milad GAM. Kontak senjata yang pecah di Desa
Lancok Kecamatan Sawang itu berlangsung selama 25
menit. Pasca insiden itu TNI BKO tersebut menangkap,
memukul dan kemudian membawa 4 orang warga yang
ditangkap di Desa Lancok, Yaitu:

  1. Muslem Ben Ibrahim (24 th) warga Desa Lancok
    Kecamatan Sawang, Acheh Utara.
  2. Rizal ben M.Jafar (19 th) warga Desa Lancok
    Kecamatan Sawang, aceh utara.
  3. Jamaluddin Ben Idris (19 th) warga Desa Lancok
    Kecamatan Sawang, Acheh Utara.
  4. Rizal Ben Ilyas (24 th) warga Desa Babah Buloh
    Kecamatan Sawang, Acheh Utara.

Pada Pukul 18.00 sore ke empat korban dibuang di Jalan
KKA di Desa Ulee Njeu Kecamatan Nisam. Ke empat korban saat dibuang sudah tidak bernyawa lagi (meninggal).
Saat warga mau mengambil jenazah tersebut, TNI yang
menjaga di TKP (dua Truck Reo) tidak mengizinkannya.
Kemudian besoknya (5 Desember 2001) warga datang lagi
ke lokasi untuk mengambil jenazah tersebut tetapi TNI
BKO tersebut tetap tidak mengizinkan dan menyuruh
warga untuk pergi dari tempat itu. Kemudian warga
bersama Anggota Keluarga menelepon pihak Puskesmas
Nisam, tak lama kemudian datang dokter puskesmas
bersama beberapa paramedis dengan Ambulance ke TKP.
TNI BKO tersebut tetap tidak mengizinkan jenazah
tersebut diambil. Pihak Satgana PMI yang juga ditelepon oleh keluarga untuk mengevakuasi Jenazah tersebut juga gagal mengambil Jenazah tersebut. Akhirnya Jenazah baru diserahkan pada pihak keluarga pada pukul 16.00. kemudian keluarga korban bersama sama masyarakat setempat membawa jenazah ke 4 korban tersebut ke Meunasah desa dan disemayamkan disana. Sampai saat ini (pukul 22.30, 5 Desember 2001). Belum kami ketahui kelanjutannya, apakah jenazah masih disemayamkan disana atau sudah dibawa ke kampung halaman korban masing masing atau dikuburkan di Desa tersebut.

Pada tanggal 4 Desember 2001. Juga terjadi kontak
senjata antara AGAM dengan TNI BKO Makoramil 02 Kuta Makmur (Batalyon 507 Rajawali- Batalyon 411 Kostrad) dan mengakibatkan meninggalnya satu Gerilyawan AGAM yang bernama: Nurdin Ben M.Yusuf (24 th) warga
Meunasah Dayah Kemukiman Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara. Kontak senjata yang sudah berlangsung sejak tanggal 3 Desember 2001 berlanjut lagi pada pukul 16.30 sore.Jenazah almarhum akhirnya dijemput oleh keluarga bersama masyarakat dengan menggunakan Ambulance Puskesmas Simpang Keuramat Kecamatan Kuta Makmur dan dikebumikan malam itu juga di Desa Simpang Peut Kemukiman Simpang Keuramat (di komplek pemakaman Mesjid Babussalam Simpang Keuramat). Prosesi pemakaman yang berlangsung dibawah guyuran hujan lebat itu baru selesai pada pukul 24.00.

Laporan lainnya
Pelaku Penganiayaan terhadap Jamal Ben Usman (36 th)
warga Desa Pulo Dalong Kecamatan Matang Kuli hingga
korban meninggal dunia di TKP dan penyiksaan terhadap
Salamah Benti A.Latif (26 th) warga Meunasah Nga,
Arakemudi Kecamatan Lhoksukon adalah: TNI BKO
Makoramil Matang Kuli Kabupaten Acheh Utara, Bukan TNI BKO EMOI seperti yang kami laporkan sebelumnya (di Kecamatan Matang Kuli terdapat  banyak Posko TNI, Selain TNI BKO EMOI yang berposko hampir di setiap desa juga ada TNI yang di BKO kan di Makoramil). Korban Salamah Benti A.Latif, selain disiksa juga harta benda miliknya ikut dirampas TNI BKO tersebut.
Uang Rp 10.000.000, satu unit televisi, satu unit VCD
dan satu unit lemari pendingin (kulkas) dirampas saat rumah korban di geledah.

     
   

november 2001

 

'Perlakuan kasar TNI/POLRI tersebut, banyak warga masyarakat, terutama yang masih berusia muda, rambut dipangkas paksa dan ada yang kepala mereka dicukur. Akibatnya warga masyarakat di daerah pedalaman tersebut menjadi trauma.'

  Tanggal 28 November 2001
  1.  Zulkarnain Ben Muktar (20 th)
  2. Sarimin (21 th)
  3. Irwansyah Ben Ibrahim (23 th), ketiga korban yang
    bekerja sehari-hari sebagai nelayan, warga Desa Ujong Blang Kec. Banda Sakti Kab. Acheh Utara pukul 23:45 ketiga korban ditangkap di warung Kopi milik Juanda (23 th), kemudian dipukul hingga kritis dan dibawa bersama TNI Korem 011 Lila Wangsa Lhokseumawe, sampai belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  4. Juanda (23 th), penjual Kopi, warga Desa Ujong
    Blang Kec. Banda Sakti Kab. Acheh Utara, tanggal 28 November 2001 pukul 23:45 korban ditangkap, dipukul hingga kritis oleh TNI Korem 011 Lila Wangsa Lhokseumawe, kedai Kopi miliknya ditembak ke semua arah hingga atap, dinding bolong-bolong, gelas, rak, meja, TV, VCD hancur ditembak, kerugian mencapai Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Rumah korban digrebek, lemari dicongkel/ditembak, pakaian, perabot diobrak-abrik, satu ekor Kambing seharga Rp 800.000 (delapan ratus ribu rupiah) ditembak, total kerugian
    di rumah Rp.4.000.000.

Tanggal 29 November 2001 pukul 18:00
M Husen Ben Halim (22 th) Warga Desa Gampong Barat
Kecamatan Nisam Kabupaten Acheh Utara.

Kronologis
Korban yang sedang bekerja sebagai Kenek Mobil
tersebut ditembak oleh POLRI/Brimob BKO yang berposko di Desa Cot Sabong Kecamatan Nisam Kabupaten Acheh Utara, korban ditembak di depan warga lainnya yang sedang berbelanja bekal berbuka puasa di kota Kecamatan Nisam (Keudee Amplah).korban tertembak dibagian Pantat/Pinggul, kemudian korban yang sudah tertembak itu diambil dan dibawa oleh Marinir yang datang ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk selanjutnya korban dibawa ke RS Kesrem di Lhokseumawe. Sampai saat ini korban masih dirawat di RS tersebut.

Laporan Lainnya
Di Wilayah Kecamatan Nisam,Jumlah Aparat TNI/POLRI
sangat banyak dan mereka ditempatkan hampir diseluruh
pelosok Desa-Desa dalam Kecamatan Nisam. Mereka juga
bergerak dan mengadakan Operasi Militer secara sangat
Ovensif.mereka ditempatkan disana adalah untuk mencari
lokasi perayaan Milad AGAM yang ke 25 yang mereka duga akan dipusatkan disana.mereka juga sering merazia
warga masyarakat di beberapa tempat dalam kawasan
tersebut, saat razia, banyak warga masyarakat yang mendapat perlakuan kasar TNI/POLRI tersebut, banyak warga masyarakat, terutama yang masih berusia muda, rambut dipangkas paksa dan ada yang kepala mereka dicukur. Akibatnya warga masyarakat di daerah pedalaman tersebut menjadi trauma dan ketakutan sehingga Aktifitas Dalam Bulan Ramadhan/Puasa yang biasanya dilakukan warga seperti Sembahyang Tarawih berjama'ah dilanjutkan dengan Tadarrus di Meunasah-Meunasah sampai saat Sahur menjadi Terhenti.warga lebih memilih Sembahyang dirumah masing-masing karena takut keluar rumah. Ini berlangsung di Desa Alue Papeun, Seumirah, Darussalam, Batee Pila, Krueng Tuan,Alue Gajah,Kilometer 24 dan Kilometer 26 Jalan KKA,juga desa desa lainnya terutama desa-desa yang agak terpencil/pelosok.

Tanggal 30 November 2001 Pukul 14.00

  1. M.Yakob Ben Husen (22 th) warga Desa Simpang Peut Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara.
  2. Zainuddin Ben Abdurrahman (24 th) warga Desa Alue Badee Kecamatan Kuta Makmur, Acheh Utara.
  3. Zulfiadi Ben A.Thaleb (17 th) warga Desa Ie Tarek 1
    Kecamatan Kuta Makmur Acheh Utara.
  4. Misdakani Ben Abdul Manaf (23 th) warga Desa Blang Buloh Kecamatan Blang Mangat kabupaten Acheh Utara.

Kronologis
Ke Empat korban dipukul oleh TNI BKO EMOI (Batalyon
121/122 Kodam I Bukit Barisan) yang berposko di Jalan
Line Pipa disamping Mesjid Desa Alue Lim Kecamatan Blang Mangat, Acheh Utara. Siang itu Tujuh personil TNI BKO EMOI tersebut melakukan Razia KTP di Simpang Line Pipa Desa Alue Lim,ke 4 korban baru pulang dari kota Lhokseumawe dengan menggunakan Angkutan Pedesaan (labi-labi), sampai di TKP, semua penumpang yang laki-laki disuruh turun,begitu turun mereka langsung disambut dengan pukulan dan tendangan TNI BKO EMOI yang dipimpin oleh Serda Marbun (Komandan Regu). Sambil dipukul korban juga dicaci maki dan dituduh sebagai simpatisan GAM. Setelah Sepuluh Menit ke 4 korban disuruh naik lagi ke dalam mobil dan disuruh segera berangkat.TNI tersebut juga mengancam korban agar jangan melapor, kalau melapor, korban akan berurusan lagi dengan TNI BKO tersebut. (end)

     
 
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.