| 'Dua jenazah sangat mengenaskan, jenazah Bani kondisinya: paha kaki kanan patah dan lubang bekas peluru di dada. Sedangkan jenazah Supriadi: batok kepala bagian kanan sampai ke mata pecah/hilang.'
'Enam korban sudah dipukul sejak dibawa pergi ke Posko, setelah ditahan beberapa jam, pada pukul 24.00 tengah malam.'
|
|
orban bernama: 1. Teungku Taher (55 th) warga Desa Blang Reuma Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Acheh Utara.dan 2. Marzuki Ben Taher (16 th) warga yang sama. Setelah ayah dan anak ini dianiaya, TNI BKO tersebut merampas satu unit sepeda motor Astrea Grand Jumbo milik korban dan kemudian membakar rumah korban. Korban dituduh sebagai penyokong dana untuk GAM. Sekarang korban berikut semua anggota keluarganya mengungsi ke rumah saudaranya di desa tetangga.
Sabtu 8 Desember 2001 Pukul 16.00.
Pasukan AGAM melakukan penghadangan terhadap TNI BKO EMOI yang sedang mengawal dua unit mobil L-300 Station Wagon yang ditumpangi karyawan EMOI. Insiden ini terjadi di Desa Alue Bungkoh Kecamatan Matang Kuli
Kabupaten Acheh Utara.Pasukan TNI BKO yang menggunakan 6 unit sepeda motor dan Satu Truck Reo datang dari arah Cot Girek tujuan ke Point A . Sampai di desa Alue Bungkoh ditembak oleh pasukan GAM yang memang sudah menunggu di tempat tersebut. Pasca insiden ini, TNI BKO EMOI tersebut menembak seorang warga dan kemudian membawa korban bersama mereka. Korban bernama: M.Jamin Ben Su'ut (35 th) warga Desa Alue Bungkoh Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Acheh Utara.
Sabtu 8 Desember 2001 Pukul 11.00 siang.
Pasukan TNI BKO yang baru 2 hari datang dan berposko
di rumah warga yang sudah kosong di Desa Keutapang
Kecamatan Nisam Kabupaten Acheh Utara melakukan Operasi Militer ke Keudee Keutapang untuk mencari seorang warga yang dituduh sebagai anggota GAM.dalam penyisiran itu TNI BKO tersebut menjarah beberapa Toko/Kedai milik warga dan kemudian memakannya di depan warga yang sedang berpuasa. Setelah puas menjarah mereka kembali ke pos mereka yang letaknya tidak jauh dari Keudee di pedalaman Acheh Utara tersebut.
Rabu 5 Desember 2001 Pukul 13.00
Supiyan Ben Jafar (20 th) warga Kelurahan Kuta Blang
Kecamatan Banda Sakti Kabupaten Acheh Utara. Korban sedang menemani seorang kawannya menambal ban sepeda motor di dekat rumahnya (simpang ASMI). Sat itu melintas 2 orang Brimob dari arah Cunda dengan mengendarai sepeda motor GL Pro. Tanpa sengaja korban melihat Brimob tersebut dan kemudian Brimob tersebut berhenti dan menghampiri korban, lalu kepada korban Brimob tersebut mengatakan "kamu nantang ya ?" sambil mengayunkan popor senjata ke arah korban, korban kemudian mengelak dan akibatnya popor senjata itu mengenai tempat duduk sepeda motor kawan korban yang sedang ditambal sehingga koyak, kemudian korban dipopor lagi dibagian kepala sebanyak 4 kali sehingga menyebabkan kepala korban berdarah dan kulit kepala korban pecah antara 1 sampai dengan 2 centimeter.
Pelanggaran HAM di Acheh Barat
Rabu Tanggal 10 Oktober 2001 Pukul 14.00
- Bani Ben Adam (33 th) warga Desa Reuntang Kecamatan Lhok Kruet Kabupaten Acheh Barat.
- Supriadi (34 th) warga Desa Reuntang, Lhok Kruet, Acheh Barat.
- Kamaruzzaman Ben Aji (34 th) Desa Reuntang, Lhok
Kruet, Acheh Barat.
Kronologis
Korban bertiga berangkat dari Keudee Patek pada pukul
13.00 siang dengan menggunaka sepeda motor Astrea Supra, pada pukul 14.00 mereka sampai di Kuala Ligan dan ketiga korban beristirahat disana, tak lama kemudian datang 2 unit mobil ( Isuzu Panther Pick Up dan Mitsubishi Colt Diesel) yang di dalamnya berisi 15 personil Brimob BKO di Mapolsek Lhong Kabupaten Acheh Besar. Brimob BKO yang datang dari arah Banda Acheh dan sedang mengawal sebuah mobil Bok milik sebuah perusahaan rokok tersebut langsung berhenti dan kemudian menangkap ke 3 korban, Kamaruzzaman kemudian berhasil meloloskan diri, sedangkan dua temannya kemudian dibawa bersama mereka, sepeda motor milik Bani juga ikut dibawa dengan Truck Colt Diesel yang di dalamnya juga berisi Brimob BKO. 4 hari kemudian kedua korban ( Bani dan Supriadi) ditemukan oleh masyarakat sudah menjadi mayat di dalam jurang di puncak Gunong Gurutee. Jenazah korban kemudian diangkat dari dalam jurang oleh warga bersama Relawan PMI. Kondisi kedua jenazah sangat mengenaskan, jenazah Bani kondisinya: paha kaki kanan patah dan lubang bekas peluru di dada. Sedangkan jenazah Supriadi: batok kepala bagian kanan sampai ke mata pecah/hilang.
Selasa 23 Oktober 2001. Pukul 11.00
TNI BKO dari kesatuan Rajawali yang berposko di Simpang Patek melakukan Operasi Militer ke Desa Suak Beukah Kecamatan Lhok Kruet, Acheh Barat. Semua warga yang laki-laki disuruh berkumpul secara paksa ke lapangan bola kaki desa tersebut. Kemudian satu persatu warga diperiksa identitasnya. Kemudian TNI BKO tersebut membawa 6 orang warga bersama mereka ke Posko mereka di Simpang Patek.ke 6 korban tersebut adalah:
- Rusdi Ben Abdullah (18 th).
- Bustami Ben M.Yusuf (18 th).
- Muhammad (30 th)
Ke 3 korban adalah warga Desa Reuntang Kecamatan Lhok Kruet, Acheh Barat dan 4.Mardi Ben Isa (24 th) warga Desa Suak Beukah, Acheh Barat, dan 2 korban lagi yang tidak diketahui namanya warga dari Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Acheh Barat. Ke enam korban sudah dipukul sejak dibawa pergi ke Posko, setelah ditahan beberapa jam, pada pukul 24.00 tengah malam ke 6 korban dibawa TNI BKO tersebut ke Gunong Lhok Batee Kecamatan Lhok Kruet, Acheh Barat. Kemudian ke 6 korban dihabisi di sini satu persatu dan mayat korban dilempar ke jurang. Kemudian saat TNI BKO tersebut kembali ke Posko,salah seorang dari TNI BKO (bermalay Acheh) memberitahukan warga di Suak Beukah agar mengambil Jenazah korban di jurang Gunong Lhok Batee. Karena merasa takut dan trauma warga tidak berani mengambil jenazah korban pada malam itu, besoknya pada pukul 08.00 warga bersama sama keluarga korban dan dibantu oleh Paramedis Puskesmas Lhok Kruet meng evakuasi 6 jenazah tersebut dan kemudian di bawa pulang ke kampung halaman masing masing untuk selanjutnya dikuburkan.
Laporan Lainnya: Bocah korban peluru nyasar TNI BKO EMOI, Zulfan Ben Badaruddin (5 th) warga Desa Paya Leupah Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, sampai saat ini masih terbaring di Ruang Rawat Bedah Rumah Sakit H.Adam Malik Medan Sumatera Utara. Semua bekas jahitan/operasi yang dilakukan pihak RSU Tjut Meutia, jahitannya sudah terbuka. Rencananya korban akan dioperasi pada hari ini (Minggu) atau pad hari Senin Besok. (end)
|