|
ada
hari Rabu pagi, President Bush menyatakan bahwa Amerika Serikat
akan mencabut embargo penjualan peralatan pertahanan yang tidak
mematikan (non-lethal) terhadap Indonesia. Hal ini
diputuskan setelah mendapatkan kepastian akan adanya penghargaan
terhadap hak azazi manusia dari Presiden Megawati. Amerikat
Serikat telah membatasi kerjasama militer dengan TNI karena
memburuknya penghargaan terhadap hak azazi manusia Indonesia,
terutama di Timor Timur pada September 1999.
"Presiden Bush menyadari peran penting TNI sebagai sebuah
lembaga nasional dan kedua pemimpin menyadari pentingnya
reformasi dalam tubuh militer dalam proses transisi demokrasi di
Indonesia," sebut sebuah statemen bersama yang dikeluarkan
Amerika Serikat dan Indonesia. [lihat:
statement bersama]
Megawati
juga menemui beberapa anggota Kongres Amerika Serikat yang
ditemani oleh menteri-menteri kabinet. Pertemuan tertutup dengan
anggota Kongres ini berlangsung di Capitol Hill pada Kamis pagi.
Selama
satu jam Megawati bertemu dengan Patrick Kennedy, seorang
anggota Kongress yang getol membela HAM, Valium Mavega, kritikus
masalah Irian Jaya, dan bertemu juga dengan staf yang
bertugas menjamu tamu luar negeri Porter Goss dan Hendry Hyde.
Mega juga dijadwalkan bertemu dengan International Monetary Fund
(IMF) dan World Bank pada hari Kamis. Thursday.
Ringkasan
janji-janji Amerika Serikat untuk Indonesia:
- US$ 400 juta untuk promosi perdagangan dan investigasi di
sektor minyak dan gas.
- US$ 130 juta untuk mebiayai reformasi hukum dan peradilan.
- US$ 100 juta untuk fasilitas GSP dan memperluas perdangangan
bilateral.
- US$ 10 juta untuk membantu pengungsi di Maluku.
- US$ 10 juta untuk pelatihan polisi.
- US$ 5 juta untuk rekonsialisi, membangun sekolah yang hancur,
dan infrastruktur di Acheh.
- US$ 2 juta untuk membatu orang-orang Timor Timur yang memilih
tinggal di Indonesia.
- US$400,000 untuk melatih masyarakat sipil dalam hal perthanan. |