| 'Korban
meninggal dunia maupun cidera itu terdiri dari semua
golongan masyarakat termasuk didalamnya aparat TNI/Polri.
Para korban dievakuasi oleh sekitar tiga ratusan relawan PMI
yang tersebar di seluruh wilayah NAD. "Evakuasi
mayat-mayat tersebut dilakukan dengan sukarela sesuai tugas
kemanusiaan PMI.' —— Yunus, Sekretaris PMI Acheh |
|
ari jumlah itu,
tercatat 1.500 orang korban meninggal dan sisanya
adalah luka-luka, kata Sekretaris PMI Daerah Propinsi
NAD, Yunus kepada pers disela-sela HUT ke-56 Palang
Merah di Banda Acheh, Minggu.
Korban
meninggal dunia maupun cidera itu terdiri dari semua
golongan masyarakat termasuk didalamnya aparat TNI/Polri.
Para korban dievakuasi oleh sekitar tiga ratusan
relawan PMI yang tersebar di seluruh wilayah NAD.
"Evakuasi mayat-mayat tersebut dilakukan dengan
sukarela sesuai tugas kemanusiaan PMI," katanya.
Sementara itu
sumber PMI mengaku tidak bisa memastikan korban sipil
dari pihak GAM atau pun masyarakat biasa. "Korban
terbanyak terdapat di Acheh Utara," ujar sumber
tersebut.
HUT ke-56
Palang Merah di Banda Acheh itu diikuti ratusan pelajar
dan aktivis kemanusiaan lainnya berlangsung sederhana
di Posko Daerah PMI dan bertindak selaku inspektur
upacara, Wakil Gubernur Propinsi NAD, Ir. Azwar
Abubakar.
Salah seorang
relawan PMI Cabang Banda Acheh, Muslim Tanjung,
mengakui, meskipun harus bekerja dibawah desingan
peluru, tekad para relawan PMI di Nanggroe Acheh
Darussalam itu tidak pernah surut dalam melakukan
tugas-tugas kemanusiaan.
Sementara itu,
Wagub Propinsi NAD, Azwar Abubakar, menyatakan, dalam
konflik yang terjadi di propinsi yang berpenduduk
sekitar 4,3 juta tersebut, dengan keterbatasan sarana
yang dimilikinya, namun PMI tetap melaksanakan tugas
kemanusiaan yang luar biasa beratnya.
Perlu
Pembinaan
Ketua
Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Mar'ie Muhammad,
dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Wagub Ir Azwar
Abubakar, mengatakan, pelayanan kemanusiaan di
lapangan PMI sangat bergantung pada relawan sebagai
aset utama sehingga kebijakan pembinaan dan
pemberdayaan relawan perlu diprioritaskan.
Begitupun,
lanjut Mar'ie, disamping pola rekrutmen, salah satu
bentuk pembinaan adalah pemberian penghargaan. "Dengan
penghargaan kita mengakui keberadaan dam prestasi
relawan sehingga mendorong semangat yabg lainnya,"
kata Mar'ie.
Pada sisi
lain, kata Mar'ie, selain mengembangkan institusi
beberapa daerah yang maupun cabang yang telah
melaksanakan program pelayanan, hendaknya dapat
mengintensifkan peran dan karya para relawan di
wilayah masing-masing.
Di bidang
program pelayanan tranfusi darah, Mar'ie mengarapkan,
selain meningkatkan jumlah donor darah sukarela dan
donasinya, hendaknya juga dapat mengarahkan
terciptanya aksi donor darah sukarela secara
berkelanjutan.
Dikatakan,
dalam dekade ini adanya kecendrungan donasi darah
khususnya dari donor darah sukarela yang menurun 30
persen, sementara pengguna darah untuk keperluan
pengobatan dan pemulihan kesehatan tidak pernah
menurun. "Kampanye donor darah adalah salah satu
strategi yang akan ditempuh PMI,' ujarnya. (ant/iza)
|