amun, Komandan Satuan Tugas Penerangan Komando Pelaksana Operasi TNI Letkol (CHB) Firdaus mengatakan, aparat keamanan hingga Senin petang tidak mengetahui kalau yang ditembak itu adalah Teungku Zulfani, mantan anggota KBMK GAM. "Sebab, berdasarkan identitas yang dimiliki, korban bernama Riza Pahlevi," kata Firdaus.
Menurut Firdaus, pria itu melarikan diri saat diminta berhenti oleh aparat keamanan yang tengah melakukan operasi rutin di kawasan Lam Ujong Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Minggu. Selama ini yang bersangkutan diidentifikasi sebagai seorang anggota GAM yang mencari dana untuk "perjuangan kemerdekaan Acheh". Dari tangan korban aparat menyita sejumlah dokumen GAM dan sepucuk pistol beserta amunisinya.
Komandan Lapangan Angkatan Gerakan Acheh Merdeka (AGAM) Teungku Amri bin Abdul Wahab mengatakan sangat prihatin dengan kejadian itu. "Kami protes, sebab dalam kesepakatan bersama di Geneva, mantan anggota KBMK GAM dan RI yang kini sudah dibekukan itu mendapat proteksi keamanan dari kedua belah pihak," katanya.
Ditanya kenapa korban Zulfani membawa senjata api seperti keterangan aparat keamanan, Amri mengatakan, yang bersangkutan tidak membawa senjata api. Ada satu pria lainnya yang ditembak mati, dan itu memang anggota AGAM yang memiliki senjata api, katanya. Namun ia mengatakan tak mengetahui identitas pria tersebut. (y/nj)
|