|
 |
 |
 |
| |
|
|
| Brimob
Bakar Sekdes Lamtamot Hidup-Hidup |
| |
| |
| BANDA
ACEH,
20 Oktober 2001 (FPDRA.Com) —— Aparat
keamanan dari kesatuan Brimob Polda Acheh membakar seorang
sekretaris desa Lamtamot hidup-hidup, Alimuddin, hingga tewas
dalam suatu penyisiran di desa Lamtamot, Kecamatan Seulimum,
Acheh Besar. Selain itu, aparat juga membakar 1 unit bengkel
dan 3 unit rumah, Rabu (17/10/2001). Penyisiran tersebut
dilaporkan oleh salah seorang warga desa Lamtamot ke redaksi
FPDRA.Com, Jum’at (19/10/2001).
|
| |
| |
| Oleh
Firdaus Mukminin Imf |
| FPDRA.Com |
| |
 |
| |

|
| |
|
|
|
| |
|
|
Alimuddin, sekretaris
desa Lamtamot itu ditangkap sesaat sebelum pembakaran terhadap 1 unit bengkel dan 3 unit rumah
warga. Alimuddin disirami bensin terlebih dahulu, lalu dibakar hidup-hidup sampai tewas oleh
aparat. Kemudian Brimob membakar bengkel dan beberapa rumah di sekitar
lokasi kejadian. |
|
erdasarkan laporan dari warga, Alimuddin, sekretaris
desa Lamtamot itu ditangkap sesaat sebelum pembakaran terhadap 1 unit bengkel dan 3 unit rumah
warga. Alimuddin disirami bensin terlebih dahulu, lalu
dibakar hidup-hidup sampai tewas oleh aparat. Kemudian
Brimob membakar bengkel dan beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian.
Menurut laporan warga yang keberatan namanya
diberitakan dengan alasan keamanan, aparat melakukan
penyisiran dengan mengkasari warga setempat dan
menuduh setiap warga dengan sebutan GAM yang disertai
dengan pukulan. “Brimob buat penyisiran didesa kami,
terus menuduh setiap warga yang melintasi dengan
kata-kata, ‘Kau, GAM kan, ngaku saja’. Lalu, kalau
warga menjawab ‘tidak’, maka dikasari oleh aparat”
ujarnya yang mengaku sempat juga dipukul oleh aparat
dengan popor senjata.
Sebelumnya, aparat keamanan juga telah mendirikan pos
di desa tersebut, serta mengumpulkan warga sekitar
dengan dikasari terlebih dahulu. Masyarakat yang
sebelumnya sedang duduk-duduk di warung kopi dikasari
dan disuruh berkumpul dilapangan masjid serta
menanyakan tentang lokasi markas GAM di desa tersebut.
|
 |
|
|
|
|
|