|
 |
 |
 |
| |
|
|
|
|
| |
|
|
| 'Seruan
saya pada masyarakat Acheh untuk memboikot pajak bukanlah fitnah apalagi menyebarkan
kebencian, rakyat Acheh tahu pajak telah digunakan untuk membeli
senjata yang digunakan TNI/Polri untuk melakukan genocide, jadi pantas kalau memboikot
pajak. Kalau mengenai boikot beroperasinya Exxon
Mobil, rakyat Acheh juga mengetahui bahwa Exxon telah membiayai
TNI/Polri yang gencar melakukan pelangaran HAM, dan Exxon sendiri bukan
pemerintah, tapi perusahaan,' — KAUTSAR |
|
nformasi yang berhasil dihimpun dari kuasa hukum
Kautsar, persidangan akan pimpin hakim ketua dan
hakim anggota dari Pengadilan Negeri Medan. Para hakim tersebut yakni Anwar Zahri SH (hakim ketua), Mudjur
Nasution SH (hakim anggota), Syamsul Bahri SH hakim (hakim anggota).
Meskipun demikian, Kautsar beberapa waktu lalu sempat
menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memfitnah
pemerintah Indonesia, apalagi menyebarkan rasa
kebencian seperti apa yang dituduhkan pada dirinya.
Justru baginya, negaralah yang menyebarkan kebencian
pada rakyat Acheh.
”Seruan saya pada masyarakat Acheh untuk memboikot
pajak bukanlah fitnah apalagi menyebarkan kebencian,
rakyat Acheh tahu pajak telah digunakan untuk membeli
senjata yang digunakan TNI/Polri untuk melakukan
genocide, jadi pantas kalau memboikot pajak,”tegasnya
membantah. ”Kalau mengenai boikot beroperasinya Exxon Mobil, rakyat Acheh juga mengetahui bahwa Exxon telah
membiayai TNI/Polri yang gencar melakukan pelangaran HAM, dan Exxon sendiri bukan pemerintah, tapi
perusahaan,” tambahnya lagi.
Kautsar yang ditahan pihak kepolisian resort Acheh
Besar sejak 11 juli lalu, dengan ditemukannya
pernyataan sikap penolakkan beropersinya Exxon Mobil
Oil, seruan boikot pajak, dan seruan mogok umum saat
perayaan HUT RI ke 65, dalam mobil yang dikenderainya
mengaku telah menunggu lama peradilan atas dirinya
dengan segala resiko yang bakal dihadapi.
”Saya pasti bakal kalah dalam pengadilan, karena
hukumkan mengekor pada politik penguasa. Apa yang
dituduhkan pada saya hanya cover, sejatinya, saya
ditahan karena bertekad untuk mengeluarkan Acheh dari
sistem menindas Indonesia, alias memerdekakan Acheh,”
jelasnya.
|
 |
|
|
|
|
|