AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Menyikapi Dialog untuk Penyelesaian Masalah Acheh

Peryataan sikap Farmidia Internasional

 
Bendera dalam menjemput semagat Referedum. Banyak masayarakat Acheh menilai Referendum sebenarnya yang harus diperjuangkan oleh pemerintah daerah untuk mendesak pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan tuntutan yang damai ini dan juga pemerintah daerah harus secara tegas menolak pendekatan militer yang dijalankan oleh pemerintah pusat.
 
13 JAN, 2002 (FARMIDIA) —— Acheh terus mengalirkan darah anak-anak bangsa yang terkorbankan akibat sebuah konflik yang tak pernah kunjung selesai, harapan penyelesaian terus tak pernah terkabulkan baik ditahun 2001 maupun pada tahun 2002 yang tengah berjalan. Maka ada sebuah pertanyaan, kapankah persoalan Acheh ini akan selesai?; dan cukup sudah air mata, darah, anak bangsa dan rakyat kecil yang tak tau-menau dengan persolan itu. Sehingga harapan sangat tergantung kepada kebaikan atau hati nurani dari kedua-belah pihak yang sedang memperebutkan kekuasaan ditanah Rencong.
 

 

Oleh Muhammad Syahrelly  
 
 

 
'Sangatlah jelas bahwa apabila pemerintahan pusat ingin menyelesaikan persolan Acheh dengan jalan kekerasan pasti tidak akan pernah selesai.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Kegagalan yang serupa dan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal malah akan menambah penderitaan masyarakat Acheh.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Pemerintah daerah untuk segara meletakkan jabatan nya sebagai Gubernur, karena dianggap telah gagal dan menyalah gunakan amanah atau kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat Acheh.'

  alam hal ini pemerintahan Jakarta punya wawenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Acheh. Disinilah diperlukan "political will" dari pemerintahan pusat untuk melihat dengan jalan damai bukan secara kekerasan dengan mengirim aparat keamanan dengan jumlah yang sangat besar keAcheh. Ini sangatlah jelas bahwa apabila pemerintahan pusat ingin menyelesaikan persolan Acheh dengan jalan kekerasan pasti tidak akan pernah selesai itu juga telah terbukti ketika Belanda ingin menundukkan Acheh, apakah hal ini tidak menjadi sebuah bukti yang sangat jelas kepada pemerintah pusat untuk tidak mengedepankan kekerasan sebab dari satu segi juga apabila jalan kekerasan akan menambah kebencian rakyat Acheh terhadap pemerintah Jakarta.

Bila pemerintah pusat mempunyai hati nurani untuk melihat persolan Acheh yang sudah sangat dilematis mesti menempuh jalan damai melalui dialog karena telah terbukti konflik didunia manapu baru selesai melalui meja perundingan atau jalan dialog karena kedua belah pihak yang bertikai telah duduk satu meja untuk menyamakan persepsi guna menyelesaikan semua persoalan yang terjadi. dan sebenarnya dalam persoalan aceh sudah beberapa kali dilakukan dialog akan tetapi tidak pernah ada hasil yang maksimal dan kami pikir dialog kali ini harus benar benar serius dilakukan dan kedua belah pihak untuk tidak saling mempertahankan prinsip masing masing karena! Hasilnya juga akan mengalami kegagalan yang serupa dan tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal malah akan menambah penderitaan masyarakat Acheh untuk selanjutnya, maka untuk saat ini pemerintahan pusat dan gerakan Acheh Merdeka sudah saatnya untuk membuka lembaran baru dalam rangka melakukan dialog yang lebih maksimal dan dapat menghasilkan sesuatu hasil yang baik buat rakyat aceh dalam rangka untuk mencipatakan masa depan aceh yang lebih baik.

Maka atas pemikiran tersebut Farmidia Internasional mengeluarkan bebrapa peryataan sikap dalam rangka memberi sebuah kontribusi untuk penyelesaian persoalan aceh:

  1. Mendesak Segera kedua belah pihak baik pihak pemerintah jakarta dan gerakan aceh merdeka untuk segera melaksanakan dialog guna untuk menyelesaikan persoalan Acheh karena persoalan itu sudah sangat berlarut-larut dan perlu penyelesaian yang komprehensif dalam rangka menciptakan kondisi Acheh yang kondusif, dan menyelamatkan jiwa manusia sebagai sebuah manispestasi dari penghormatan terhadap hak asasi manusia yang sangat dijunjung tinggi oleh semua pihak.
  2. Farmidia Internasional sangat mendukung dialog yang akan direcanakan kembali oleh pemerintahan pusat dan Gerakan Acheh Merdeka guna membahas penyelesaian konflik aceh dan sekaligus dalam hal ini farmidia internasional mengharapkan kedua belah pihak untuk serius membahas dialog ini dalam sebuah forum yanbg difasilitasi oleh negara atau lembaga dunia Internasional guna memantau dialog tersebut.
  3. Mendesak kepada pemerintah daerah untuk segera mendesak pemerintah pusat dan Gerakan Acheh Merdeka untuk melakukan dialog dalam rangka untuk penyelesaian persolan Acheh, karena pemerintah daerah selama ini hanya adem ayem dan seolah olah tak punya konsep untuk menyelesaikan persoalan Acheh juga selama ini pemerintah daerah hanya menunggu semata-mata dari pemerintah Jakarta tanpa ada sebuah tindakan bahkan bantahan ketika tindakan pemerintah pusat menyalahi dari keinginan masyarakat Acheh, dan selama ini pemerintah daerah hanya terfokus pada persoalan ekonomi. Semata mata Sebenarnya yang sangat dibutuhkan oleh rakyat untuk saat ini adalah ketentraman dan keselamatan jiwa, bukan persolan perut. Dan persolan Acheh hari ini bukanlah persolaan ekonomi, dan jika persoalan ekonomi yang terus menjadi incaran oleh pemerintah daerah, maka ini pun hanya semata mata untuk kepentingan segolongan elit Acheh bukan untuk rakyat Acheh keseluruhan.
  4. Mendesak kepada pemerintah daerah untuk segara meletakkan jabatan nya sebagai Gubernur, karena dianggap telah gagal dan menyalah gunakan amanah atau kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat Acheh. Dalam pandangan kami pemerintah daerah, khususnya Gebernur seolah-olah membiarkan persoalan Acheh berlarut-larut tanpa ada 'itikat baik untuk menyelesaikan masalah Acheh. Karena bila kondisi aceh terus berlarut larut maka akan mudah sekali dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaannya.
  5. Mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Acheh untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam, juga selalu memanjatkan do'a kepada Allah SWT untuk tercipta kedamaian di Acheh dengan jalan kita meminta kepada Allah untuk meleyapkan semua kebathilan diAcheh.

Demikianlah peryataan sikap ini kami sampaikan kepada semua pihak mudah-mudahan menjadi sebuah masukan dan bahan renungan kita semua.

Muhammad Syahrelly adalah juru bicara farmidia Internasional di Kuala Lumpur.

     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
     
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.