AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Kejadian Semasa

Bumi Rencong Terus Berdarah

 
Membakar and mengintimidasi
Militer dalam kegiatan pembersihan seperatist. Sweeping ke kampung-kampung selalu memakan korban masyarakat yang tidak berdausa.
 
15 JAN, 2002 (ASNLF) —— Tanggal 12 January 2002 pukul 10:00 WA (Waktu Acheh). Terjadi kontak senjata antara pasukan AGAM dengan pasukan TNI BKO Makoramil Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara, di Desa Ulee Jalan Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara, dalam kontak senjata tersebut, 5 personil TNI tewas dan 7 lainnya luka-luka.
 

 

Oleh Sofyan Dawod  
 
 

 
     
'TNI BKO Makoramil Kecamatan Peusangan malakukan pembakaran terhadap 6 unit rumah masyarakat, 2 orang disiksa.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Korban dipakaikan baju seragam loreng, dinaikkan ke sebatang pohon yang terletak di pinggir jalan (di depan posko), kemudian badan korban dengan posisi tiarab pada salah satu cabang pohon tersebut, tangan dan kakinya diikat.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Pasukan TNI memaksa masyarakat pengungsi agar pulang ke kampungnya dan mengancam akan menembak bila mereka tidak mau pulang.'

  kses dari kontak senjata tersebut, pada pukul 12:15 TNI BKO Makoramil Kecamatan Peusangan malakukan pembakaran terhadap 6 unit rumah masyarakat, 2 orang disiksa. Berikut masing-masing korban: Korban yang rumahnya dibakar:
  1. Mahmud (60 th), warga Desa Pulo Panyang Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  2. Dahlan (40 th), warga Desa Ulee Jalan Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  3. Ishak Ranto (50 th), warga Desa Ulee Jalan
    Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  4. Husen Ranto (61 th), warga Desa Ulee Jalan
    Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  5. Marzuki M. Nur (35 th), warga Desa Ulee Jalan
    Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  6. Rosmani Ismail (25 th), warga Desa Ulee Jalan
    Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.

Korban yang disiksa

  1. Dedek Alamsyah (17 th), warga Desa Pulo Panyang Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara.
  2. Yunus Alamsyah (20 th), warga Desa Pulo Panyang Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara. Kedua korban dipukul, disiksa, disayat-sayat tubuhnya dengan sangkur oleh TNI BKO Makoramil Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara. Keduanya masih hidup dan dalam perawatan medis.

12 January 2002 pukul 23:00 WA (Waktu Acheh). Sejumlah pasukan TNI melakukan operasi militer ke beberapa desa di Kecamatan Ulee Gle dan Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, ekses dari operasi militer tersebut. 2 orang masyarakat tewas ditembak, 2 kritis, 7 orang diculik. Berikut masing-masing korban:
Tanggal 13 January 2002 pukul 02:00-06:00 WA (Waktu Acheh).

  1. Syakban Alamsyah (23 th), warga Desa Blang Kuta Barat Kecamatan Ulee Gle Kabupaten Pidie, korban tewas ditembak di rumahnya oleh TNI.
  2. Muksin Idris (27 th), warga Desa Lhok Pusong
    Kecamatan Ulee Gle Kabupaten Pidie, korban tewas ditembak di rumahnya oleh TNI.
  3. Safuadi Zakaria (16 th), warga Desa Blang Cari
    Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban ditembak di rumahnya oleh TNI di bagian badannya, namun berhasil melarikan diri, kini korban masih hidup dan dalam perawatan medis di suatu tempat.
  4. Razali A. Rahman (17 th), warga Desa Blang Cari Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban ditembak di rumahnya oleh TNI, kini dalam perawatan medis di Rumah Sakit Ulee Gle Kabupaten Pidie.
  5. Ahmad (40 th), warga Desa Biduk Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik di rumahnya oleh TNI. 3 jam setelah diculik, ditemukan oleh masyarakat sudah jadi mayat yang berjarak hanya 3 km dari rumah korban.
  6. Umar Basyah (22 th), warga Desa Blang Cari
    Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  7. Jailani M. Yusuf (35 th), warga Desa Lhok Pusong Kecamatan Ulee Gle Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan  keberadaannya.
  8. Saifuddin A. Manaf (17 th), warga Desa Drien Tujoh Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  9. Usman A. Manaf (15 th), warga Desa Drien Tujoh Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  10. Syukri Syamaun (18 th), warga Desa Cot Seutui
    Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  11. M. Dali M. Ali (42 th), warga Desa Kumba Kecamatan Ulim Kabupaten Pidie, korban diculik oleh TNI, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.

14 January 2002; Hamdani (23 th), warga Meunasah Teumpeuen Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Acheh Utara, seorang remaja yang mengalami IQ rendah, tanggal 08 Januari 2002 pukul 11:00 korban ditangkap di rumahnya dan dibawa bersama TNI BKO Makoramil Jungka Gajah Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Acheh Utara. 

SHARE YOUR POWER

  Your contribution counts; Acheh Times is seeking for change  

Saat melakukan operasi militer di sana, sejak tanggal 13 Januari 2002 korban dibawa ke posko TNI di Nudi Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Acheh Utara, di sana korban dipakaikan baju seragam loreng, dinaikkan ke sebatang pohon yang terletak di pinggir jalan (di depan posko), kemudian badan korban dengan posisi tiarab pada salah satu cabang pohon tersebut, tangan dan kakinya diikat. Kemudian bila ada masyarakat yang melewati jalan depan posko tersebut, TNI menanyakan pada korban, "siapa yang lewat itu, GAM atau bukan?", kalau korban menjawab tidak tahu, maka korban dipukul, begitu juga kalau ada tukang RBT (ojek) yang lewat jalan depan posko tersebut semuanya distop dan disuruh memukul korban, kalau tukang RBT tak mau memukul korban, tukang RBT tersebut dituduh sebagai anggota GAM, melihat perilaku biadap TNI di posko Nudi tersebut, para tukang RBT memilih melewati jalan lain untuk menghindari tindakan biadap TNI di sana, sampai hari ini pukul 17:00 tanggal 14 Januari 2002 korban masih diikat dan dipukul di atas pohon tersebut dan kondisi korban sudah sangat kritis.

14 January 2002 pukul 06:00 WA; Pasukan AGAM meledakkan 2 buah Bom di belakang Kantor Makoramil Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, dalam peledakan Bom tersebut, 2 personil TNI tewas, lainnya luka-luka. Pasukan AGAM selamat.

14 January 2002 pukul 08:00 WA; Pasukan AGAM melakukan penyerangan di Desa Lhok Jok Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, terhadap pasukan TNI yang sedang melakukan operasi militer di sana, dalam penyerangan yang berlangsung selama 15 menit tersebut, 3 personil TNI tewas di tempat, sejumlah lainnya luka-luka. Pasukan AGAM semuanya selamat.

14 January 2002 pukul 15:30 WA; Sejumlah pasukan TNI melakukan operasi militer dengan menggunakan truk Reo dan mobil Taft ke Desa Paya Bili, Paloh Batee, dan Paya Peunteuet Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, dalam operasi militer tersebut pasukan TNI menembak hingga tewas 1 warga sipil dan 2 orang ditangkap. Berikut masing-masing korban:

  1. M. Nasir Hamid (21 th), warga Desa Paya Peunteuet Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, korban ditembak hingga meninggal di depan rumahnya oleh TNI yang sedang melakukan operasi militer di sana.
  2. Azhari Syarif (20 th), warga Desa Paya Peunteuet Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, korban ditangkap dan dibawa bersama TNI yang sedang melakukan operasi militer di sana, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.
  3. M. Yusuf (19 th), warga Desa Paya Peunteuet
    Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Acheh Utara, korban ditangkap dan dibawa bersama TNI yang sedang melakukan operasi militer di sana, sampai saat ini belum diketahui nasib dan keberadaannya.

14 January 2002 pukul 11:00 WA; Sejumlah pasukan TNI yang berposko di Desa Pante Lhok Nibong Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Acheh Timur, datang ke Camp Pengungsi di Pasar Senin Lhok Nibong Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Acheh Timur, kemudian mengobrak-abrik Camp Pengungsi dari Desa Seuneubok Bayu Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Acheh Timur, mereka mengungsi sejak tanggal 14 April 2001 yang berjumlah 80 KK atau 425 jiwa, terdiri dari kaum laki/perempuan yang telah lanjut usia, ibu hamil, anak-anak dan balita/bayi. Pasukan TNI memaksa masyarakat pengungsi agar pulang ke kampungnya dan mengancam akan menembak bila mereka tidak mau pulang. Para pengungsi tidak mungkin pulang ke kampungnya, karena rumah atau tempat tinggal mereka tidak ada lagi atau telah dirusak oleh TNI.

Teungku Sofyan Dawod adalah Jurubicara Militer ASNLF/Komando GAM Pusat Tiro.

     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
     
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.