AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:

Pemerintah RI jangan kobarkan perang & kekerasan lagi

Agresi & pengepungan terhadap GAM bisa ancam perdamaian

 
Banda Acheh, Nov 13, 2002 (SIRA) —— Aksi agresi militer dan pengepungan besar-besaran yang dilakukan pasukan TNI dengan menggunakan sejumlah persenjataan berat yang diangkut dengan tank, panser dan helicopter terhadap pasukan pemerintah Acheh Merdeka (GAM) dalam dua minggu terakhir merupakan langkah pemerintah yang sangat kontraproduktif dan rancu.

 

Oleh SIRA, Acheh  
 
 

 
'Pengepungan itu juga berarti peluang pelanggaran kesepakatan yang mungkin akan dilakukan RI lebih besar dibandingkan GAM. Sebab seperti sekarang, belum disepakati saja sudah digagalkan sendiri oleh TNI.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Sekarang manakala GAM sudah sangat terorganisir, kuat dan didukung oleh rakyat Acheh serta dukungan internasional untuk perundingan.'

  rilaku kekerasan tersebut juga bisa menciptakan persoalan baru dalam kasus Acheh, sebab warga sipil terus menjadi pengungsi dan korban kekerasan militer. Bahkan sangat disayangkan, sebab pengepungan itu terjadi ketika pihak GAM sudah berinisiatif memajukan perdamaian dengan melakukan gencatan senjata sepihak dan ini terjadi di bulan ramadhan. Padahal akan sangat baik jika pemerintah RI melakukan hal yang sama dan tidak perlu mengobarkan perang serta kekerasan terus menerus terhadap Acheh dan GAM seperti sekarang ini. Pengepungan itu juga berarti peluang pelanggaran kesepakatan yang mungkin akan dilakukan RI lebih besar dibandingkan GAM. Sebab seperti sekarang, belum disepakati saja sudah digagalkan sendiri oleh TNI.

Persoalan bahwa pemerintah Acheh Merdeka di pengasingan belum mau menandatangani perjanjian damai sebenarnya tidak perlu menyebabkan munculnya agresi dan pengepungan militer itu. Yang paling penting sebelum berunding atau menandatangani hasil kesepakatan adalah memiliki niat baik atau inisiatif menghentikan kekerasan. Serta adanya political will yang serius dan tidak pura-pura. Namun hal ini belum ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah terkesan hanya pura-pura saja, bahkan menggagalkan sendiri proses perdamaian bagi Acheh. Kalau seandainya pemerintah tidak pura-pura tentu akan memerintahkan para pasukannya yang ada di Acheh untuk memulai perdamaian, atau paling tidak, memiliki niat baik dulu untuk mewujudkan perdamaian, bukan malah menyerang dan mengepung GAM.

SHARE YOUR POWER

 

Your contribution counts; Acheh Times is seeking for change

 

Menyerang dan mengepung GAM sebenarnya tidak berbeda dengan memerangi rakyat Acheh. Sebab, di samping GAM sebagai rakyat Acheh, faktanya bahwa yang paling banyak menjadi korban adalah rakyat sipil. Rakyat Acheh selalu dikorbankan hanya karena alasan meminimalisir GAM. Karena itu sangat irrasional kalau ada pejabat sipil dan militer/polisi RI yang mengatakan bahwa pengepungan itu untuk meminimalisir pengaruh GAM, untuk pengamanan rakyat dan sebagainya. Itu omong kosong belaka, seolah-olah rakyat merasa aman dan damai dengan adanya pengepungan itu. Padahal faktanya sipil yang menjadi korban paling banyak serta kehidupan rakyat terganggu total.

Juga tidak mungkin GAM bisa dieleminasi dengan pengepungan itu. Selama DOM saja yang lamanya 10 tahun lebih pemerintah tidak mampu melumpuhkan GAM. Apalagi sekarang manakala GAM sudah sangat terorganisir, kuat dan didukung oleh rakyat Acheh serta dukungan internasional untuk perundingan. Karena itu kalau memang pemerintah serius mewujudkan perdamaian di Acheh maka cara-cara dan pikiran-pikiran klasik yang mengorbankan rakyat Acheh harus segera ditinggalkan. Sebaiknya pemerintah memilih jalan damai sebagaimana telah diinisiasikan oleh GAM melalui gencatan senjata sepihak. Rakyat Acheh dan internasional juga menginginkan cara-cara damai. Bukan mengobarkan perang terus menerus.

Alamat kantor SIRA, JL. T. Panglima Polem No. 13 Po Box. 8119 Komplek BP 4 Lama Banda Acheh, SUMATRA, Telp/fax: 0651 24043 - E mail: sirareferendum@hotmail.com

     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
     

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.