AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Selama TNI melaksanakan operasi di Desa Ulee Gunung, kambing diambil oleh aparat, seperti di meunasah Blang Crot ayam diambil; di meunasah Krueng bebeknya diambil dan di Ulee Blang ayam diambil oleh aparat TNI yang melak sanakan oprasi.
Kronologi operasi pengepungan Nisam, Acheh Utara
 
15 nov, 2002 (CFW) —— Pada tanggal 25 Oktober 2002 operasi militer TNI dilakukan di tiga kecamatan Acheh Utara yaitu: Kecamatan Nisam, Kuta Makmur dan Muara Dua; gampong-gampong yang menjadi sasaran operasi seperti Cot Triëng, Cot Dua, Keutapang, Cot Mambong, Cot Igeuëh, Cot Me, Blang Kariëng, Simpang Panah, Ulèë Blang, Binjè, Ulèë Gunong dan meunasah Kruëng dalam Kecamatan Nisam. Dalam kecamatan Kuta Makmur yaitu Pulo Iboih, Kruëng Seupéng, begitu juga di kecamatan Muara Dua seperti Ujong Pacu, Loh Kumbang, Cot Triëng.

 

Oleh Ridwan Mukhtar  
Juru Bicara CeaseFire Watch (CFW), Regional Acheh
 
 

 
'Menurut pengakuan warga, orang perempuan dipaksa untuk membuka baju dengan alasan ada menyimpan senjata dan menjadi pemasuk makanan kepada anggota GAM.'   alam operasi besar besaran tersebut TNI melibatkan ribuan personil dengan didukung kenderaan berat seperti tank dan panser juga senjata mortal. Puluhan mortil telah ditembakkan ke kawasan rawa-rawa. Sebelumnya ratusan warga masyarakat dari gampong-gampong terdekat telah memasuki areal tersebut untuk menyelamatkan diri dari kebringasan aparat TNI. Jumlah korban belum dapat didata, karena kawasan tersebut masih diblokir Aparat TNI yang melakukan operasi di tempat tersebut.

Pada tanggal 31 Oktober 2002 sekira pukul 09.30 satu unit helicopter terbang melintasi perkampungan telah memuntahkan peluru, dimana sejumlah masyarakat yang mengungsi mendengarkan suara letusan yang sangat besar. Namun tentang jumlah korban belum dapat didata, karena kawasan tersebut masih terus dikepung oleh aparat TNI. Opearasi yang terus berlanjut telah mengakibatkan sejumlah masyarakat yang tertahan didalam kawasan lingkaran operasi telah menderita kelaparan. Beberapa warga masyarakat yang mencoba keluar untuk mendapatkan makanan telah ditangkap oleh TNI, sampai berita ini dilaporkan korban tidak diketahui kemana dibawa.

Pada tanggal 02 Nov 2002 pasukan TNI terus ditambah, juga 4 unit tank dan 6 unit panser dari Lhokseumawe menuju kecamatan Nisam untuk melakukan serangan. 17 unit rumah di gampong Keutapang, Cot Me dan Blang Kariëng telah digerebak dengan kasar. Barang-barang perabotan rumah tangga dengan sengaja diobrak-abrik dengan alasan meyembunyikan perbekalan untuk TNA. Menurut pengakuan warga, orang perempuan dipaksa untuk membuka baju dengan alasan ada menyimpan senjata dan menjadi pemasuk makanan kepada anggota GAM.

Sampai berita ini dilaporkan belum dapat diketahui jumlah korban yang terkena morti maupun yang hilang dan akibat penganiayaan. Sebelumnya pada tanggal 1 Oktober 2002 setelah satu unit helicopter memuntahkan peluru, Tim Palang Merah Indonesiaa (PMI) yang mencoba memasuki kawasan tersebut untuk mencari dan mengevakuasi mayat tidak dibenarkan oleh aparat TNI. Begitu juga Tim Monitoring Modalitas Keamanan DMD yang datang setelah itu untuk mencoba mendata korban yang jatuh akibat operasi militer tersebut juga tidak dibenarkan. Dan pada tanggal 8-November aparat TNI menyerang GAM menggunakan hellikopter malah masyarakat yang jadi korban. Dampai berita ini diturunkan situasi, kondisi di lapangan masih cucup memanas karna Aparat TNI masih melarang lembaga-lembaga kemanusiaan untuk masuk ke lapanggan. Selama TNI melaksanakan operasi di Desa Ulee Gunung, kambing diambil oleh aparat; di meunasah Blang Crot ayam diambil; di meunasah Krueng bebek nya diambil; di Ulee Blang ayam diambil oleh aparat TNI yang melaksanakan operasi.

Pada tanggal 04 November 2002 sebahagian data korban yang sudah diterima pelecehan sexual, pembakaran, penganiaan, penembakan.

     
   
Nama Korban penganiayaan dan pelecehan sexual oleh TNI batalyon 401 Rajawali dan SGI Kopassus
No Nama korban Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Keterangan
1 Jauhari binti Djalil (25) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Pelecehan seksual (Ditelanjangi)
2 Salbi binti Gadeng (17) Pr Blang Jrok-Nisam Santri Pelecehan seksual (Ditelanjangi)
3 Aminah binti Tgk. Yahya (27) Pr Krueng-Nisam Petani Pelecehan seksual (Ditelanjangi)
4 Aisyah binti Daud (20) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Pelecehan seksual (Ditelanjangi)
5 Kamariah binti Jalil (30) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Pelecehan seksual
6 Hafsah binti Tgk. Bu (70) Pr Blang Jrok-isam Petani Rumah dibakar (Harta Benda)
7 Walehi binti Hudai 60) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Rumah dibakar (Harta Benda)
8 Rubiah binti Tayeb -Ibu Usman (35) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul di punggung dengan kayu (memar-memar).
9 Tihasanah binti Syehban (25) Pr Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul
10 Wardaniah bin

A. Wahab

(20) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Ditendang dan ditelanjangi
11 M. Nasir bin Amin (25) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul dan pelecehan seksual (ditelanjangi)
12 Adam bin Tgk. Ismail (25) Lk Krueng-Nisam Petani Pemukulan (memar-memar seluruh badan)
13 Tgk. Ismail bin Saiban (50) Lk Krueng-Nisam Petani Pemukulan (memar-memar seluruh badan)
14 Zainuddin bin M. Piat (35) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Mata kiri memar, bawah mata kanan memar, dan punggung/tubuh memar.
15 Salamat bin Kaoi (40) Lk Blang Jrok-Nisam   Tubuh memar-memar dan diinjak.
16 A. Wahab bin Ibrahim (40) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Bibir memar. Ditangkap ketika memandu pencarian jenazah
17 Hasyimi bin Wahab (18) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Muka dan mulut bengkak.
18 Usman bin Gadeng (22) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Diinjak-injak dan punggung nyeri-nyeri
19 Wayudan bin Syehban (37) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Diinjak-injak
20 Hasan Basri bin Yacob (21) Lk Blang Jrok-Nisam Siswa SMA Diancam dengan parang di leher, ditendang, diinjak, punggung memar.
21 Marzuki bin Matdi (27) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Keluar darah dan tekuk dipukul.
22 Rusli bin Raban (45) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Dada ditendang dan dada nyeri-nyeri.
23 Zulkarnain bin Abdullah (22) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Ditendang, dipukul dan diikat 1 malam. Uang sejumlah Rp. 70.000,-
24 Zunaidi bin M. Daud (18) Lk Blang Jrok-Nisam Pelajar Ditampar, diinjak, tengkuk nyeri dan telinga.
25 Abdullah bin Hasballah (42) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Ditendang dan dipukul
26 Bayi umur 3 bulan     Blang Jrok-Nisam Bayi Terpukul sewaktu ibunya dipukul.
27 Yusuf bin Thaib (45) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul di bahu dan di badan.
28 Hamid bin Abdullah (52) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul pakai popor senjata di penis dan di pukul di badan.
29 Nurdin bin Ibrahim (35) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Meninggal, tembakan di kepala, rusuk, dada dan leher
30 Zakaria bin Nawawi (45) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Dipukul pakai kayu, rumah dibakar (Harta Benda)
31 Nurdin bin Rasyidin (30) Lk Blang Jrok-Nisam Petani Ditendang di dada, rumah dibakar (Harta Benda)
     
 

 

 

 

 

 

 

'TNI menggelar pasukan untuk mengepung kawasan perkampungan penduduk. Tujuh unit boat nelayan telah dirampas dan dijadikan sebaga kenderaan dalam operasi militer.'

  Simpang Ulim

uala Simpang Ulim di kecamatan: Simpang Ulim, Acheh Timur, beberapa waktu lalu telah hangus dibakar TNI, ratusan rumah penduduk rata dengan tanah juga satu unit rumah sekolah turut dibakar dan puluhan rumah para penjaga tambak ikan.

Pada tanggal 01 November 2002 kawasan tersebut telah menerima kembali ratusan aparat TNI dalam lanjutan operasi militer. Warga masyarakat yang sudah kembali ke gampong tersebut untuk memulai hidup seperti biasanya sebagai nelayan. Dengan membangun gubuk-gubuk kecil sebagai tempat berteduh diatas tapak bekas rumah mereka yang sudah dilalap sijago merah. Gampong tersebut yang dekat dengan pantai dihuni oleh para nelayan, sedangkan yang lainnya membudi daya ikan dan udang di tambak sebagai mata pencaharian.

Operasi militer TNI ke gampong Kuala Simpang Ulim, Kuala Malihan, Aluë Tho dan Luëng Sa, Bantayyan, Luëng Peut dan Madat telah membuat warga masyarakat terpaksa mengungsi untuk mencari tempat selamat. Ribuan personil TNI yang dibantu satu armada yang berlabuh diatas Kuala Simpang Ulim semakin membuat warga merasa ketakutan akan peristiwa yang sudah dialami beberapa waktu lalu. Penggunaan senjata mortal yang ditembakkan dari kenderaan tank dan panser telah merontokkan pohon bakau dipinggir pantai Kuala Simpang Ulim.

Dengan alasan mengejar Anggota TNA yang berlindung di gampong tersebut, TNI menggelar pasukan untuk mengepung kawasan perkampungan penduduk. Tujuh unit boat nelayan telah dirampas dan dijadikan sebaga kenderaan dalam operasi militer. Warga masyarakat yang menyelamatkan diri mencoba mengungsi, namun telah ditahan oleh TNI. Korban belum dapat didata.

Pada tanggal 03 November 2002 sebahagian korban yang sudah dapat di data antara lain pembunuhan Nurdin M Hamid (30) warga Krueng Tho, Simpang Ulim, Acheh Timur dan Jamaluddin (25) Idem.

Penculikan Hanafiah Adam (30) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur; sampai berita ini dilaporkan 04 Nov 2002, korban belum diketahui keberadaannya.

Penganiayaan:

  1. Teungku Min Yahya (38) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur
  2. Jafar Puteh (38) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur
  3. Ibrahim (40) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur .
  4. Hamzah (35) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur .
  5. Samsul Syamsuddin (14) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur
  6. Samsul Yakob (22) warga Bantayan Simpang Ulim, Acheh Timur
  7. Abubakar (31) warga Kuala Simpang Ulim, Acheh Timur
  8. Madni Abbas (40) warga Matang Pudeng, Acheh Timur
  9. Isa Mahmud Ibrahim (22) warga Matang Pudeng, Acheh Timur
  10. Mustafa Amin (25) waraga Matang Rajek

Pelecehan Seksual

Pada tanggal 15/08/02, pelecehan seksual dilakukaan oleh TNI Pos BKO Suak Awe, Kaway XVI, korban dipaksa untuk membuka baju, lalu dipaksa berjalan-jalan dan menari di depan umumnama korban Hasnidar (14) warga Suak Awe, Kaway XVI. Acheh Barat.

Pada tanggal 31/08/02, pelaku TNI BKO PTPN Aluë Ië Mirah , Julok. Acheh Timur, Ketika operasi militer dilakukan diperkampungan Aluë Ië Mirah, serdadu sipai memaksa korban untuk tetap berada didalam rumah, perlakuan tersebut terjadi didalam rumah korban yang bernama Ani Ismail (18) pelajar SMU Aluë Ië Mirah Julok, alamat, Idem.

Pada jam 09.00 tanggal 01/09/02 dilakukan pelecehan seksual di pos TNI Yon 125 pos Cot Matahe, Blang Mangat. Kejadian tersebut terjadi ketika para korban melintasi Pos TNI, korban distop dalam sweeping lalu dipaksa masuk kedalam. Sweeping yang selalu dilakukan didepan pos disertai perlakuan yang tidak manusiawi, juga tejadi penganiayaan dan perampasan harta benda, telah membuat warga yang menggunakan jalan tersebut terpaksa mencari jalan lain untuk berpergian.

     
   

Nama korban pelecehan seksual
No Nama Umur Jenis kelamin Desa Kecamatan Kabupaten
1 Hafifah Abdullah 17 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
2 Indah Hayani.M.Ali 30 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
3. Nur Malawati 25 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
4 Rika Yanti Idris 30 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
5 Sam Syidar Idrisa 25 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
6 Ambia Hasan 18 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
7 Habibah Hasyem 37 Wanita Rajek Acheh Bayu Acheh Utara
   

Beberapa nama pelaku dari ke satuan Yonif 125/Kodam/BB
No Nama Pangkat TNI/POLRI Nrp Kesatuan/Yonif
1 Simbolon Tidak diketahui TNI-AD Tidak di ketahui 125/Kodam /BB
2 Sujoyo. B Tidak diketahui TNI-AD Tidak di ketahui 125/Kodam /BB
3 Ikaro-karo Tidak di ketahui TNI-AD Tidak di ketahui 125/Kodam /BB
     
    Pasca serangan TNA terhadap Sipai dari kesatuan TNI pada tanggal 06/09/02

Operasi penyisiran dilanjutkan satu hari setelah itu, tgl 07/09/02 sekitra jam 10.00, TNI mengumpulkan sejumlah penduduk, lalu mereka ditelanjangi, termasuk laki-laki. Lebih 20 orang mengalami pelecehan seksual, nama-nam korban diantaranya:

     
   

Pelecehan sexual oleh TNI-AD Yonif 125/Kodam/BB, Bayen Acheh Timur
No Nama Umur Jenis kelamin Desa Kecamata Kabupaten
1 Latifah nurdin 22 Wanita Matang Nibong Bayen Acheh timur
2 Hasanah daud 30 Wanita Matang Nibong Bayen Acheh timur
3 Aisyah aswah 25 Wanita Matang Nibong Bayen Acheh utara
4 Ani Thaleb 50 Wanita Matang Nibong Bayen Acheh Utara
5 Halimah Usman 45 Wanita Matang Nibong Bayen Acheh Utara
6 Basri daud 27 Laki-laki Matang Nibong Bayen Acheh Utara
     
    Tanggal 20/09/02. Pelaku: TNI BKO P.T.P.N Alue Ië Mirah, Julok, Acheh Timur. Nama korban: Nurhayati (20) warga Neh Sa Alue Ië Mirah, Julok.

Korban dipaksa untuk melepaskan baju, lalu disuruh menari-nari didepan masyarakat dan Serdadu menonton sambil tertawa-tawa

Pada tanggal 15 September 2002 sekira jam 10.00 sekira pukul 10.00 WA, datang Sekdes Birem Bayeun, ke rumah korban yang bernama Rohani (31) ikut suami, warga Birem Bayeun, Acheh Timur

Beliau mengatakan bahwa Ibu Rohani disuruh menghadap ke Pos TNI BKO Kantor Camat Birem Bayeun. Korban berangkat sekira pukul 10.30 bersama dengan seorang teman nya yang bernama: Azmi (45) dan ikut dibawa anaknya yang bernama: Nur Asima (3). Korban dan temannya (Azmi) tiba di Pos TNI BKO Kantor Camat Birem Bayeun sekira pukul 10.45, lalu disuruh menghadap masuk kedalam ruangan pemeriksaan. Kemudian korban masuk kedalam ruangan pemeriksaan setelah menitipkan anaknya pada ibu Azmi yang duduk menunngu diluar ruang pemeriksaan. Dalam ruangan pemeriksaan korban mengenal 3 dari 4 orang pemeriksa, yaitu:

     
   
Nama TNI-AD yang melakukan pelecehan sexual terhadap (ROHANI) Bireum bayen Kabupeten Acheh Timur
No Nama Pangkat TNI/POLRI Nrp Kesatuan/Yonif
1 Pak Ginting Tidak diketahui TNI-AD Tidak diketahui Tidak diketahui
2 Pak Doyok Tidak diketahui TNI-AD Tidak diketahui Tidak diketahui
     
 

 

'Setiap pertanyaan diawali dengan pukulan dan tamparan, dan disertai ancaman akan diperkosa yang diawali dengan meraba-raba tubuh korban sampai akhir pemeriksaan.'

  Menurut keterangan yang diterima dari masyarakat bahwa: diantara TNI yang bertugas di pos tersebut terdapat anggota yang pernah bertugas di Rumoh Geudong pada masa DOM)

Korban mulai ditanya mengenai suaminya yang bernama: Syamsuddin (58) yang dituduh terlibat GAM. korban tidak mengetahui dimana keberadaan dan keterlibatan suaminya dengan GAM. Karena korban tidak menjawab dan tidak mengakuinya juga, maka pakaian korban dipaksa buka sehingga bugil, dan serta merta menerima pukulan dengan kayu dan beberapa kali tamparan kuat pada muka. Setela itu korban dipaksa tidur dilantai dalam keadaan telanjang, sedangkan 4 orang pemeriksa mengancam akan memperkosa korban, lalu meraka meraba-raba tubuh korban. Serdadu yang memeriksa korban memberi 2 (dua) pilihan yaitu: memilih disuntik mati atau memilih diperkosa. Korban menjawab: lebih baik disuntik mati saja. Banyak pertanyaan yang tidak diketahui yang diajukan oleh pemeriksa tidak dijawab oleh korban, setiap pertanyaan diawali dengan pukulan dan tamparan; dan disertai ancaman akan diperkosa yang diawali dengan meraba-raba tubuh korban sampai akhir pemeriksaan. Selama pemeriksaan korban tidak dibenarkan menegenakan pakaian, terus dalam keadaan bugil.

Karena tidak tahan atas perlakuan yang diderita, korban terpaksa mengaku apapun yang dituduhkan kepadanya dan suami. Dalam masa pemeriksaan tersebut, kemaluan korban dimasukkan gagang sapu dan gagang senter. Banyak kata-kata kotor yang diucapkan kepada korban saat diperiksa. Setelah itu korban dipaksa bangun untuk menungging, lalu difoto dan juga disuruh mengangkang untuk difoto berulang kali. Sekira pukul 15.00 korban disuruh memakai baju, kemudian disuruh masuk ke dalam ruangan gelap. Pada ketika itu terdengar jeritan orang didalam ruang pemeriksaan.

Pada tanggal 15 September 2002 sekira jam 10.00 sekira pukul 10.00 WA, datang Sekdes Birem Bayeun, ke rumah korban yang bernama Azmi (45) ikut suami, warga Birem Bayeun, Acheh Timur

Beliau mengatakan bahwa Ibu Rohani disuruh menghadap ke Pos TNI BKO Kantor Camat Birem Bayeun. Korban berangkat sekira pukul 10.30 bersama dengan seorang teman nya yang bernama: Rohani (31) yang juga ikut membawa anaknya yang bernama: Nur Asima (3). Korban dan temannya (Rohani) tiba di Pos TNI BKO Kantor Camat Birem Bayeun sekira pukul 10.45.

Korban masuk kedalam ruangan pemeriksaan setelah korban Rohani siap diperiksa sekira jam 14.00. Dalam ruangan pemeriksaan korban mengenal 3 dari 4 orang pemeriksa, yaitu: Pak Ginting, Pak Doyok dan Pak Danil.

Dalam operasi militer yang mulai tanggal 20/09/02 oleh TNI BKO Yon 327 Pos Mane, Geumpang. Pidie. TNI Yon 327 dibantu Oleh Kopassus pos Pinto Sa, telah terjadi pemerkosaan terhadap 4 gadis warga gampong Mane, Geumpang pada tanggal 22/09/02 di dalam rumah.

     
   

Nama korban
No Nama Umur Jenis kelamin Desa Kecamata Kabupaten
1 Liza M. Amin 18 Wanita Mane Geumpang Pidie
2 Fatimah Syamaun 21 Wanita Mane Geumpang Pidie
3 Murni bugeh 18 Wanita Mane Geumpang Pidie
4 Marina Bugeh 18 Wanita Mane Gempang Pidie
     
    Laporan ini hasil investigasi Front Pasee Raya, diolah dan disebarkan oleh Ceasefire Watch (CFW)
     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.