| 'Pemblokiran bahan makanan dilakukan oleh
serdadu TNI bagi masyarakat yang mengungsi ke hutan-hutan sewaktu serangan
sebelumnya atau sekitar 2 minggu sebelum pembakaran dua gampong itu.' |
|
alam
penyerangan
bersenjata tanggal 13/11, dengan sengaja serdadu TNI menembak seorang anak
kecil berusia 6 tahun bernama Rahman di pekarangan Mesjid Panton Luas, Sawang.
Besoknya, Kamis (14/11) serdadu TNI kembali melakukan operasi militer ke
kecamatan Sawang. TNI melancarkan serbuan dan dibalas Pasukan TNA yang berada
disana. Kontak senjata pecah sejak pukul 08 pagi dan berhenti sekitar pukul
17.30.
3 unit mobil ambulance masuk mengambil korban dari pihak TNI, kemudian
pasukan TNI bergerak melalui Gampong Alue Sejahtera dan Alue Bahagia. Ketika
masuk ke gampong aparat membakar lebih dari 80 unit rumah penduduk yang tidak
tahu menahu permasalahan.
Sampai hari ini Jum,at (15/11) ratusan serdadu TNI masih berada di lokasi.
Sementara 500 jiwa penduduk kedua desa mengungsi ke masjid Gampong Ulee Jalan.
Sedangkan ratusan jiwa tidak tentu arah, sedikit diantaranya berada di tempat
famili mereka.
Nama Korban pemilik rumah yang dibakar di Gampong Alue Sejahtera sebanyak 42
orang antara lain; Ali Asim, Kek Lely, Siti Hawa, Raja Ubit, Toke Kamal,
Mukhtaruddin, M. Ali, Mukhtaruddin B.H, Azhari, Keucik Leman, Sulaiman, T. Lizam,
Amiruddin, M. Zakfar, Zainuddin, Beny Adam, M. Yunan, Syamsuddin, Zawali, Radiah,
Salamah, Tgk. Derang, Abdullah, Amri, Suwardi, M. Nur, Nurmala, Din Gapek, Toke
Lajuddin, Ari Manan, Rahmaa Yuli, Salamin, Umi Salamah, M. Yunus, Salamika,
Muardi, M. SAleh, Yusbaluddin, Yani, Jamalun, Ridwan, Syarifuddin
Nama korban dari Gampong Alue Bahagia 34 orang antara lain; Sakdiah, Rudiah,
Rahmah, Ben Jamie, Anwar, Mawardi, Sabri, Zakia, Walidin, Asnidin, M. Ali,
Ismail, M. Nazzir, M. Saleh, H. Zahria, Abdullah, Syamsuddin, Sabaruddin, M.
Jalin, Suwandi, Syamsul, Samidan, M. Jakfar Puteh, Farida, Banta, Jakfar, Chek
Din, T.M. Ali, M. Bawa, Nurdin, M. Din, Harun, Tgk. Ahmad, Sabirin. Sementara
sejumlah korban lainnya belum dapat dipastikan.
Dalam kejadian itu serdadu TNI juga membakar 2 buah Mushalla (Meunasah), 1
unit sepeda motor milik Wardi dan 40 ekor kerbau masyarakat dirampas. 5 gudang
padi (1 gudang ukuran 3x4) dibakar. Pasca pembakaran, 500 jiwa penduduk
mengungsi ke Mesjid Gampong Ulee dan ratusan jiwa lainnya tidak tentu arah,
sebagian saja di tempat famili mereka.
Sabtu (16/11)
diketahui 300 jiwa masyarakat lainnya telah berkumpul Mesjid Panton Luas.
Lokasi kedua masjid tersebut berada di kecamatan Sawang. Sejauh ini serdadu TNI
juga melarang penduduk membeli dan melarang pedagang bahan makanan memasuki
sebagian kawasan di kecamatan Sawang. Pemblokiran bahan makanan dilakukan oleh
serdadu TNI bagi masyarakat yang mengungsi ke hutan-hutan sewaktu serangan
sebelumnya atau sekitar 2 minggu sebelum pembakaran dua gampong itu.
Diketahui sebagian pengungsi yang di dalam hutan berada dalam keadaan kritis.
Pengungsi yang sebagian besar terdiri dari kaum lelaki yang ketakutan
diperlakukan tidak manusiawi ini hanya mendapat bantuan makanan dari penduduk
yang berada disana. Sampai kini pemblokiran bahan makanan dilakukan dengan ketat
oleh serdadu TNI. |