AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 
Indo's troubled history

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Dialog 9 Desember 2002 & pengepungan Chot Trieng
Intelijen TNA menduga TNI terutama yang berkaitan dengan fungsi intelijen akan berbuntut dengan pensiun dini.
 
21 Nov, 2002 (PNA) —— Dalam upaya menyuarakan kehendak Jakarta, pejabat-pejabat RI berusaha mengkooptasi mass media berbasis Pulau Jawa untuk memutarbalikkan fakta dan pembohongan publik. Hasilnya, mass media tersebut menyiarkan berita seolah-olah peace deal dapat segera diteken pada tanggal 9 Desember 2002, dan bahwa sebagai konsekuensinya Pemerintah Negara Acheh (PNA, GAM) telah bersedia menerima otonomi, dan Tentara Negara Acheh bersedia menyerahkan senjatanya.

 

Oleh Tgk. Isnandar Al-Pase  

Komando Militer Pusat,

Deputi Jurubicara TNA

 
 

 
'Tidak ada pembahasan mengenai penerimaan paket otonomi khusus oleh PNA. Perjuangan Pemerintah Negara Acheh bersama TNA adalah untuk merebut kembali kemerdekaan Bangsa Acheh dari tangan penjajah.'   enlu RI Hasan Wirayudha juga telah mengancam akan melakukan operasi militer all-out di Acheh jika dialog tanggal 9 Desember 2002 tidak jadi. Pemerintah dan Tentara Negara Acheh ingin meluruskan berita yang tidak benar dan intimidasi tersebut.

Akan diadakan suatu meeting atau dialog di Jenewa pada tanggal 9 Desember 20 02 untuk membahas dan mencari titik temu terhadap perbedaan prinsipil dalam beberapa fasal draft Penghentian Permusuhan. Apabila titik temu telah didapat, maka diharapkan penandatanganan naskah Penghentian Permusuhan dapat dilakukan, baik pada tanggal tersebut atau segera setelah tanggal 9 Desember.

Tidak ada pembahasan mengenai penerimaan paket otonomi khusus oleh PNA. Perjuangan Pemerintah Negara Acheh bersama TNA adalah untuk merebut kembali kemerdekaan Bangsa Acheh dari tangan penjajah. PNA mengharapkan RI tetap berpegang teguh secara konsekuen pada hasil Perundingan Jenewa tanggal 10 Mei 2002, dimana kedua belah pihak setuju menggunakan issue UU-NAD sebagai Starting Point (langkah mula) untuk dapat masuk ke
perundingan berikutnya.

BACA sumber LAIN

Berita/Link Non-Affiliasi

  Indonesia dan GAM siap tandatangani perjanjian damai  
  RI-GAM Akan Tanda Tangani Kesepakatan Damai 9 Desember  

 

Kontras dan Sejumlah LSM Minta Pemerintah dan GAM Gencatan Senjata

 

Tidak benar apabila PNA meneken perjanjian damai dengan RI, maka TNA harus menyerahkan senjatanya. Senjata yang ada dalam tangan TNA adalah milik rakyat Acheh dan tidak akan diserahkan kepada siapa-siapa. Apabila persetujuan damai telah dicapai, maka TNI/Polri dan TNA sepakat tidak lagi menggunakan senjata untuk menyelesaikan sengketa. Untuk itu diperlukan monitoring yang ketat dan sanksi yang berat bagi siapapun yang melanggar.

Ancaman serangan militer besar-besaran oleh RI ke Acheh yang disuarakan oleh Menlu RI adalah sesuatu yang tidak pantas diucapkan di tengah-tengah proses mencari jalan damai. Ancaman seperti itu hanya akan menambah militansi rakyat Acheh terhadap penjajah Pejabat RI sepatutnya memahami bahwa Rakyat Acheh memiliki keunikan, yaitu tidak boleh digertak. Orang-orang yang sudah terbiasa dengan gaya hidup menggertak untuk mencapai tujuannya sebaiknya tidak dilibatkan dalam penuntasan konflik Acheh.

TNI sedang melancarkan operasi militer ofensif terbesar dalam sejarah Perang Kemerdekaan Acheh, yaitu yang sekarang telah memasuki hari ke-22 di rawa-rawa Chot Trieng. Telah kami ingatkan bahwa pemerintah RI akan mendapat aib internasional jika meneruskan operasi ini yang telah melibatkan artileri dan pesawat pembom.

Menurut analisis intelijen TNA, sekarang TNI sudah mulai menyadari ketidakmampuannya menerobos ke benteng pertahanan TNA, namun belum menemukan cara untuk mundur dari arena pengepungan tanpa kehilangan muka. Mungkin sekali, petinggi TNI akan menggunakan issue “menghormati” Dialog Jenewa 9 Desember 2002 sebagai alasan untuk mundur dari pengepungan yang telah menewaskan ribuan satwa liar penghuni rawa Chot Trieng.

TNI tidak perlu mencari-cari alasan untuk mundur dari Chot Trieng. Kalau mau mundur, mundurlah sekarang juga tanpa syarat dan tanpa segala alasan; atau kalau mau menyerang, lakukanlah segera biar rakyat Acheh dan dunia tahu pasukan siapa yang lebih lihai. Intelijen TNA menduga, kekalahan TNI di Chot Trieng akan berbuntut dengan pensiun dini beberapa perwira tinggi dan menengah TNI, terutama yang berkaitan dengan fungsi intelijen.

     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.