AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
 

Indo's troubled history

Fragile archipelago

Indonesia secrete
 
The Acheh Times is best viewed by:
Masih takut dengan kebenaran
 
Expressi yang terlalu brutal dan sikap yang tidak mendidik
 
25 nov, 2002 —— SIRA Acheh menegaskan bicara dan prilaku Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen. M. Jali Yusuf, sebagaimana dilansir harian Serambi Indonesia terbitan 24/11, yang disampaikannya di Mess Kesrem 011 Lilawangsa Lhokseumawe di hadapan wartawan adalah sesuatu yang sangat liar, brutal dan menggelikan.

 

Oleh SIRA, Pusat Acheh  
REFERENDUM CIVIL SOCIETY
 
 

 
'Tidak perlu mempraktekkan hukum rimba dalam masalah Acheh, walaupun orang-orang itu dianggap sebagai musuhnya.'  

rilakunya ini telah menampakkan wajah asli Pangdam tersebut kepada seluruh rakyat Acheh, karena dia terlalu benci dengan orang-orang yang membela Acheh dan anti penindasan seperti Imam Syujak, Ghazali Abbas dan Muhammad Nazar misalnya. Sekaligus Pangdam IM ini masih takut dengan kebenaran dan kebaikan. Demikian pula Jali mengatakan ada aktivis yang sudah membelot kepadanya, berarti dia sudah tertipu dengan bayang-bayang aktivis. 

Padahal kalau Pangdam IM berpikiran jernih, rasional dan waras maka tidak perlu menyeruduk secara liar terhadap orang-orang yang membela Acheh. Tidak perlu mempraktekkan hukum rimba dalam masalah Acheh, walaupun orang-orang itu dianggap sebagai musuhnya. Jadi Pangdam IM ini tidak memenuhi standar prajurit yang beradab.  

Jali juga harus tahu bahwa dalam Islam itu terlalu banyak nilai-nilai politik dan moral. Tidak ada dikotomi dalam Islam. Karenanya aneh sikap Pangdam yang menyatakan SIRA menjual agama. Malah sejauh pantauan SIRA yang menjual agama dan kata damai itu justru TNI, sedangkan tangan TNI penuh lumuran darah rakyat Acheh. Tetapi bagaimana TNI berani bilang damai dan agama dalam keadaan membunuh.

BACA sumber LAIN

Berita/Link Non-Affiliasi

  • Dua wwanita barat diadili di Acheh  
  • TNI terlibat bisnis di Acheh  
  • GAM: Perlu pihak netral teliti kejahatan perang di Acheh  
  • Indonesia dan GAM siap tandatangani perjanjian damai  
  • RI-GAM akan tandatangani kesepakatan damai 9 Desember  

 

•

Kontras dan sejumlah LSM minta pemerintah dan GAM gencatan senjata

 

Terlalu naοf kalau Pangdam IM mengatakan bahwa orang-orang yang diseruduknya itu sebagai orang-orang yang mencari keuntungan. Ini pemutarbalikan fakta. Lebih baik kalau Jali mengakui saja bahwa gara-gara ada konflik Acheh dia sudah jadi Jenderal, karena dia mau melakukan apapun yang diinstruksi oleh tuannya terhadap rakyat Acheh walaupun tangannya harus berlumuran darah segar. Dia juga sudah bisa berbisnis dengan mulus, walaupun tidak secara langsung untuk memperkaya diri.  Alhasil Jali sendiri dan patner-patnernya yang memanfaatkan konflik Acheh.

Mungkin kalau tidak ada konflik Acheh, Jali akan pensiun dengan pangkat kolonel serta tidak punya kekuatan apa-apa karena senjatanya dicabut. Serta dia juga tidak bisa mendapatkan proyek seperti sekarang. Bahkan akan dicemooh oleh rakyat Acheh, karena pernah memerintah membunuh dan melakukan kekerasan.

Kalau Jali mau jujur, silakan turun ke lapangan, siapa yang mencari keuntungan. Pasti dia akan melihat anak buahnya sendiri yang sibuk dengan pencarian kekayaan, termasuk dia sendiri.

Demikian juga masalah pelanggaran HAM dan kekerasan yang dilakukan oleh TNI, SIRA berbicara berdasarkan fakta dan turun langsung ke lapangan. Tetapi SIRA tidak mungkin mengumumkan kepada Jali. Kalau pelaksanaan investigasi diumumkan, Komnas HAM saja bisa dihambat apalagi SIRA yang dimusuhi oleh pemerintah. Pangdam tidak perlu berkilah, sampai sekarang terus terjadi pembakaran ratusan rumah penduduk seperti di Seunagan Raya dan Acheh Selatan, serta ribuan pengungsi. Dan ini terjadi ketika TNI meningkatkan pengepungan terhadap GAM. Bahkan kalau diinvestigasi benar-benar, kekerasan di Acheh lebih meningkat selama adanya Kodam IM dari sebelumnya.

Secretariat SIRA: JL. T. Panglima Polem No. 13 Komplek BP 4 Lama Banda Acheh, SUMATRA; Telp/fax: 0651 24043; HP: 0811684608

     
   
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2002 The Acheh Times, powered by Hivelocity.