AT Halaman Muka Arsip, versi Inggris Arsip, versi Malay Surati Kami

 

 
 
 
   
 
The Acheh Times is best viewed by:

Investigasi awal; Kronologis

Pengrusakan & pembakaran kantor dan mobil JSC di Buntul Kubu, Takengon

 
19 Feb 2003 pukul 06. 00 pagi, TNI BKO Uning, Linge, Acheh Tengah mengepung markas Angkatan Daerah IV, Wilajah Linge yang mengakibatkan enam Angkatan GAM jadi korban, masing-masing; Muhammad Ali (35) warga Kampong Pondok Ulung, Bandar, Acheh Tengah meninggal ditempat diterjang peluru TNI. Sedangkan Cowboy (20), Pang Karim (20), Kostrad (22), Bensu (18), dan Kerimeng (20) luka-luka. Dalam bulan Februari 2003 ini hampir 20-an Angkatan GAM menjadi korban penangkapan, pembunuhan serta terkena tembakan TNI.
 
5 maret, 2003 —— Tanggal 03 Maret 2003; Pukul 8.30 WIB; Sekitar 500 orang massa yang berasal dari kec. Bukit dengan mengendarai sejumlah kendaraan berupa sepeda motor, bus, truk, pick up dengan dikawal oleh aparat TNI kesatuan Kostrad 431/SSP menuju Buntul Kubu, Takengon.

 

Oleh Kontras Acheh  
 
Laporan sebelumnya  

 
     
'Di dalam peserta unjuk rasa, terdapat 2 orang anggota TNI kesatuan Kostrad 431/SSP berbaju preman yang ikut bergabung dalam aksi dan ikut meneriakkan yel-yel bersama massa.'

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Photo AGAM, Pase Summit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

'Sebagian lainnya terus melakukan kerusuhan di lapangan dengan membakar bendera GAM yang dilakukan oleh milisi asal desa Pondok Kresek.'

 

ukul 09.30 WIB; 500 massa dari kec. Bukit bergabung dengan sekitar 2500 massa yang berasal dari kecamatan Bandar di Buntul Kubu. Massa kemudian melakukan unjuk rasa ke kantor Joint Security committe (JSC) Acheh Tengah di Buntul Kubu, Takengon sambil meneriakkan yel-yel “bubarkan JSC, bakar JSC, JSC hanya mendukung GAM”. Beberapa peserta aksi kemudian merusak papan nama JSC yang terletak di halaman depan kantor. Di dalam peserta unjuk rasa, terdapat 2 orang anggota TNI kesatuan Kostrad 431/SSP berbaju preman yang ikut bergabung dalam aksi dan ikut meneriakkan yel-yel bersama massa.

Pukul 10.30 WIB; Massa meminta tim JSC untuk keluar menemui para pengunjuk rasa. Setelah terjadi negosiasi antara tim JSC dan pengunjuk rasa, tim JSC yang terdiri dari 1 anggota JSC asal Thailand, 1 anggota JSC RI dan 2 anggota JSC asal GAM bersama massa menuju lapangan Meusara Alun, Blang Kolak yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kantor JSC di Buntul Kubu, Takengon karena sekretariat JSC terlalu sempit untuk menampung 3000 massa. Tim JSC saat itu dikawal oleh 5 orang prajurit TNI kesatuan Kostrad 431/SSP yang menggunakan senjata M-16 dan memakai topi baja.

Pukul 12.30 WIB; Sesampainya di lapangan Meusara Alun, Blang Kolak massa melakukan orasi yang isinya antara lain “Kalau GAM tidak meletakkan senjata, JSC GAM akan ditahan”. Adigan, pengusaha kopi yang mengaku uangnya diperas sebanyak Rp 500 juta oleh GAM dalam orasinya meminta JSC untuk mengembalikan uangnya, kalau tidak dia bersama massa mengancam akan bertahan di lapangan tersebut.  Ir. Tagore, anggota DPRD Acheh tengah yang juga hadir dalam aksi tersebut dalam orasinya mengatakan “kita harus menghadirkan JSC disini”, seorang anggota DPRD Acheh Tengah lainnya, Saharmija dalam orasinya juga meminta JSC dibubarkan. Sementara itu tim JSC berada di atas podium.

BACA sumber LAIN

Berita/Link Non-Affiliasi

  Ribuan warga Acheh Tengah menyandera Tim Monitoring KKB  
  Pedagang BBM tewas ditembak di Banda Acheh  
  Pasukan TNI tidak akan ditarik dari Acheh  
  Persoalan Acheh masih bayangi Polkam Nasional 2003  
  Sembilan prajurit linud 100/PS pernah tugas di Acheh dovonis  
  GAM: Perlu pihak netral teliti kejahatan perang di Acheh  

Anggota JSC dari TNI kemudian berbicara pada massa dan meminta waktu 2 jam untuk mereka bermusyawarah. Ketika tim JSC sedang bermusyawarah di atas podium, beberapa peserta aksi naik ke podium dan kemudian melakukan pemukulan terhadap anggota tim. Melihat kejadian itu, aparat Kostrad yang berjaga-jaga sekitar 200 m dari tim JSC melepaskan tembakan ke atas namun tangan mereka menyuruh menyerang, tangan kanan memegang senjata dan tangan kiri diayunkan seakan-akan menyuruh massa untuk terus melakukan pemukulan. Salah seorang aparat Kostrad terlihat menggunakan senjata M-60. Sementara itu, ketika kerusuhan di atas podium berlangsung, terlihat seorang anggota brimob berbaju preman membantu (mengangkat) peserta aksi untuk naik ke podium. Di tempat tersebut juga dijaga oleh sekitar 20-an personil brimob yang berjaga-jaga diluar kerumunan massa. Ke-4 anggota tim tersebut mengalami luka-luka yaitu:

  1. Husni Jalil, JSC GAM, dipukul dengan menggunakan batu ke kepalanya

  2. Amiruddin, JSC GAM,

  3. Mayor CPM Purnomo Eko, JSC RI, terkena ketapel di mukanya

  4. JSC asal Thailand, dipegang di kemaluannya

Peda saat terdengar suara tembakan, massa mulai cair, sebagian massa kocar-kacir dan sebagian lainnya terus melakukan kerusuhan di lapangan dengan membakar bendera GAM yang dilakukan oleh milisi asal desa Pondok Kresek. Massa kemudian kembali ke kantor JSC.

Pukul 13.30 WIB; Sesampai kembali di kantor JSC Takengon, massa yang hanya tinggal sekitar 100 orang melakukan pembakaran terhadap 3 unit mobil JSC, seorang massa berteriak “cepat bakar sebelum mereka datang”. Massa juga masuk ke dalam kantor JSC dan melakukan pengrusakan terhadap ruangan dan fasilitas JSC GAM, seperti foto, baju, data-data, dokumen dan surat-surat penting, massa juga mengambil data-data, dokumen dan surat-surat penting yang ada di tempat tersebut. Nomor polisi mobil yang dibakar:

  1. BK 78 PS

  2. BL 773 AH

  3. BL 44 KK (dirusak, masih bisa jalan)

Ketiga mobil tersebut dirusak dan bakar oleh Edi, milisi dari desa Pondok Kresek, kec. Bukit.

Pukul 14.00 WIB; Massa kemudian dibubarkan oleh aparat dari KODIM Acheh Tengah kemudian massa menuju ke gedung DPRD Acheh Tengah.

Pukul 16.30 WIB; Massa membubarkan diri dan kembali ke desanya masing-masing.

Tentang milisi dari saksi mata

Dari sekitar 3000 massa aksi, 400 orang diantaranya adalah milisi yang telah pernah dilatih dan dipersenjatai oleh aparat keamanan RI dan mereka bersuku Jawa. Milisi tersebut berasal dari desa Pondok Kresek dan Pondok Sayur kec. Bukit dan desa Pondok Gajah dan Pondok Baru, kec. Bandar, Acheh Tengah. Diantara massa juga terlihat Marsito (ketua milisi Pujakesuma), Tukimin (ketua milisi Pondok Gajah yang juga kepala desa Pondok Gajah) dan Misni (TPO/milisi Pondok Gajah).

Diantara para pengunjuk rasa ada satu orang yang terlihat sibuk berkomunikasi dengan Handy Talky yang jelas-jelas sangat rawan digunakan di tengah kota, karena biasanya alat komunikasi itu hanya digunakan oleh GAM dan TNI.

Saksi membagi 2 kelompok yang melakukan unjuk rasa :

  1. Kelompok milisi

  2. Kelompok masyarakat sipil yang didalamnya ada Adigan, seorang pengusaha kopi yang bersuku Gayo dan mengaku diperas oleh GAM.

Saksi mata juga menyaksikan yang melakukan aksi-aksi brutal seperti pemukulan terhadap anggota tim JSC, pengrusakan kantor JSC dan pembakaran mobil dilakukan oleh milisi. Mobil JSC diduga terbakar karena lemparan bom molotov, karena asal api tidak dari arah depan mobil tapi dari arah belakang mobil.

Anggota TNI kesatuan Kostrad 431/SSP yang terlibat dalam aksi berposko di desa Pondok Gajah. Saksi juga melihat kedua aparat tersebut membagi-bagikan perangkat aksi berupa spanduk dan karton yang bertuliskan hujatan-hujatan terhadap JCS dan GAM kepada massa aksi.

Sehari sebelumnya, tanggal 02 Maret 2003 masyarakat di kec. Bandar dipaksa untuk ikut serta dalam aksi esok hari oleh milisi, mereka juga mengeluarkan kata-kata “kalau ada yang tidak ikut berarti dia GAM”. Dan esok harinya seluruh masyarakat kec. Bandar mengikuti aksi dan aktivitas di kec. tersebut terlihat agak lengang, toko-toko dan pasar tutup.

Pelapor

Relawan Kontras Acheh Tengah

Perkembangan kasus:

7 dari 9 anggota JSC Acheh Tengah saat ini sedang berada di Banda Acheh untuk dimintai keterangan tentang insiden tersebut. Setelah kantor diperbaiki, mereka akan dikembalikan ke Takengon.

Sementara itu, anggota JSC GAM, Tgk Husni Jalil saat ini masih dirawat di RS Fakinah dan anggota JSC RI, Mayot CPM Purnomo Eko dirawat di RS Kesdam Iskandar Muda, Banda Acheh.

Untuk konfirmasi ulang kasus hubungi, anda bisa menghubungi langsung: Asiah (08126924551); Div. Investigasi Kontras Acheh

     
   

Laporan sebelumnya>>

     

 

 
BACA BERITA LALU
Index berita 2001
Photo Acheh, Masaru Goto
HOME, Halaman Muka/Malay edition
 

Home | News - Letters | InternetCoverage | Timeline | List of Incidents | Info on Refugee | Acheh-History | Politics | Business-Ethic | Opinions | Civil Movements | Arts & Humanities | Spirituality | Quotable Quotes | Photo Gallery | Video Gallery | Well-Being | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition


Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2003 The Acheh Times, powered by Hivelocity.