Anggota JSC dari TNI kemudian berbicara pada massa dan
meminta waktu 2 jam untuk mereka bermusyawarah. Ketika tim JSC sedang
bermusyawarah di atas podium, beberapa peserta aksi naik ke podium dan kemudian
melakukan pemukulan terhadap anggota tim. Melihat kejadian itu, aparat Kostrad
yang berjaga-jaga sekitar 200 m dari tim JSC melepaskan tembakan ke atas namun
tangan mereka menyuruh menyerang, tangan kanan memegang senjata dan tangan kiri
diayunkan seakan-akan menyuruh massa untuk terus melakukan pemukulan. Salah
seorang aparat Kostrad terlihat menggunakan senjata M-60. Sementara itu, ketika
kerusuhan di atas podium berlangsung, terlihat seorang anggota brimob berbaju
preman membantu (mengangkat) peserta aksi untuk naik ke podium. Di tempat
tersebut juga dijaga oleh sekitar 20-an personil brimob yang berjaga-jaga diluar
kerumunan massa. Ke-4 anggota tim tersebut mengalami luka-luka yaitu:
-
Husni Jalil, JSC GAM, dipukul dengan menggunakan
batu ke kepalanya
-
Amiruddin, JSC GAM,
-
Mayor CPM Purnomo Eko, JSC RI, terkena ketapel di
mukanya
-
JSC asal Thailand, dipegang di kemaluannya
Peda saat terdengar suara tembakan, massa mulai cair,
sebagian massa kocar-kacir dan sebagian lainnya terus melakukan kerusuhan di
lapangan dengan membakar bendera GAM yang dilakukan oleh milisi asal desa Pondok
Kresek. Massa kemudian kembali ke kantor JSC.
Pukul 13.30 WIB; Sesampai kembali di kantor JSC Takengon, massa yang hanya
tinggal sekitar 100 orang melakukan pembakaran terhadap 3 unit mobil JSC,
seorang massa berteriak “cepat bakar sebelum mereka datang”. Massa juga masuk ke
dalam kantor JSC dan melakukan pengrusakan terhadap ruangan dan fasilitas JSC
GAM, seperti foto, baju, data-data, dokumen dan surat-surat penting, massa juga
mengambil data-data, dokumen dan surat-surat penting yang ada di tempat tersebut.
Nomor polisi mobil yang dibakar:
-
BK 78 PS
-
BL 773 AH
-
BL 44 KK (dirusak, masih bisa jalan)
Ketiga mobil tersebut dirusak dan bakar oleh Edi, milisi
dari desa Pondok Kresek, kec. Bukit.
Pukul 14.00 WIB; Massa kemudian dibubarkan oleh aparat dari KODIM Acheh
Tengah kemudian massa menuju ke gedung DPRD Acheh Tengah.
Pukul 16.30 WIB; Massa membubarkan diri dan kembali ke desanya masing-masing.
Tentang milisi dari saksi mata
Dari sekitar 3000 massa aksi, 400 orang diantaranya adalah
milisi yang telah pernah dilatih dan dipersenjatai oleh aparat keamanan RI dan
mereka bersuku Jawa. Milisi tersebut berasal dari desa Pondok Kresek dan Pondok
Sayur kec. Bukit dan desa Pondok Gajah dan Pondok Baru, kec. Bandar, Acheh
Tengah. Diantara massa juga terlihat Marsito (ketua milisi Pujakesuma), Tukimin
(ketua milisi Pondok Gajah yang juga kepala desa Pondok Gajah) dan Misni (TPO/milisi
Pondok Gajah).
Diantara para pengunjuk rasa ada satu orang yang terlihat
sibuk berkomunikasi dengan Handy Talky yang jelas-jelas sangat rawan digunakan
di tengah kota, karena biasanya alat komunikasi itu hanya digunakan oleh GAM dan
TNI.
Saksi membagi 2 kelompok yang melakukan unjuk rasa :
-
Kelompok milisi
-
Kelompok masyarakat sipil yang didalamnya ada
Adigan, seorang pengusaha kopi yang bersuku Gayo dan mengaku diperas oleh GAM.
Saksi mata juga menyaksikan yang melakukan aksi-aksi brutal
seperti pemukulan terhadap anggota tim JSC, pengrusakan kantor JSC dan
pembakaran mobil dilakukan oleh milisi. Mobil JSC diduga terbakar karena
lemparan bom molotov, karena asal api tidak dari arah depan mobil tapi dari arah
belakang mobil.
Anggota TNI kesatuan Kostrad 431/SSP yang terlibat dalam
aksi berposko di desa Pondok Gajah. Saksi juga melihat kedua aparat tersebut
membagi-bagikan perangkat aksi berupa spanduk dan karton yang bertuliskan
hujatan-hujatan terhadap JCS dan GAM kepada massa aksi.
Sehari sebelumnya, tanggal 02 Maret 2003 masyarakat di kec.
Bandar dipaksa untuk ikut serta dalam aksi esok hari oleh milisi, mereka juga
mengeluarkan kata-kata “kalau ada yang tidak ikut berarti dia GAM”. Dan esok
harinya seluruh masyarakat kec. Bandar mengikuti aksi dan aktivitas di kec.
tersebut terlihat agak lengang, toko-toko dan pasar tutup.
Pelapor
Relawan Kontras Acheh Tengah
Perkembangan kasus:
7 dari 9 anggota JSC Acheh Tengah saat ini sedang berada
di Banda Acheh untuk dimintai keterangan tentang insiden tersebut. Setelah
kantor diperbaiki, mereka akan dikembalikan ke Takengon.
Sementara itu, anggota JSC GAM, Tgk Husni Jalil saat ini
masih dirawat di RS Fakinah dan anggota JSC RI, Mayot CPM Purnomo Eko dirawat di
RS Kesdam Iskandar Muda, Banda Acheh.
Untuk konfirmasi ulang kasus hubungi, anda bisa
menghubungi langsung: Asiah (08126924551); Div.
Investigasi Kontras Acheh