Raw News | Community Bulletins | Open Forum | Forum/Malay | Forum/Achenese

Contents | Search | Next | Previous
Dana Tsunami

Cari documents

Berita tahun lalu

Peran Internasional Perlu Diperluas

Author: Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA)
Category: Acheh Tsunami
Date: 01/05/05
Time: 03:29:49 -0500

Pokok Bahasan

Besarnya korban musibah gempa di Acheh yang belum sepenuhnya dievakuasi dan munculnya problem pasca gempa seperti langkanya bahan makanan pokok, kurangnya relawan kemanusiaan, dan lambannya penyaluran bantuan kepada korban menunjukkan kegagalan pemerintah RI menangani korban bencana gempa di Acheh. Kegagalan itu diperparah lagi dengan sikap pemerintah RI yang malu mengakui kegagalan tersebut. Sikap malu itu terlihat dari ketidakmauan pemerintah RI menerima bantuan secara terbuka dari pihak asing yang berniat membantu korban gempa di Acheh pada awal terjadinya gempa. Pemerintah RI seperti diketahui masih menutup beberapa akses bagi pihak internasional untuk masuk ke Acheh dengan menerapkan beberapa kebijakan yang mempersulit mekanisme kerja para aktivis kemanusiaan, baik lembaga pemerintahan, PBB, NGO-NGO maupun Pers. Proses pengurusan visa on arrival yang harus diperbaharui setiap minggu menjadi indikator bahwa belum ada niat baik dan ketulusan hati pemerintah RI untuk menerima bantuan asing secara transparan.

Namun demikian sudah ada sedikit perubahan positif dari pemerintah RI dimana para pekerja kemanusiaan asing telah diizinkan untuk masuk ke Acheh, kebijakan itu belum cukup untuk mengatasi problem kemanusiaan di wilayah Serambi Mekkah tersebut. Ada baiknya pemerintah RI membuka diri dengan menyebutkan beberapa kelemahan atau ketidakmampuannya terhadap negara-negara asing, dan kemudian berani mengundang tenaga-tenaga profesional untuk menangani korban meninggal dan yang selamat. Kehadiran pihak asing di Acheh, tidak perlu dicurigai bahwa mereka akan ditunggangi dengan kepentingan politis.

 

Kami dari Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA) meminta niat baik pemerintah Indonesia untuk:

1.  Lebih serius membantu korban gempa dan tsunami, murni atas dasar kemanusiaan. Karena yang    terlihat selama ini, pemerintah RI lebih mementingkan sejengkal tanah Acheh daripada membantu korban kemanusiaan. Ini terlihat dari kebijakan yang masih diterapkan di Acheh seperti tidak mencabut darurat sipil, padahal itu merupakan kendala utama yang menghalangi masuknya bantuan internasional secara cepat. Sekarang ini yang perlu dan mendesak dilakukan adalah bagaimana membantu korban dan memikirkan keselamatan bagi yang selamat dari musibah. Untuk itu Pemerintah RI harus melibatkan semua potensi baik dari dalam maupun luar negeri untuk membantu penanganan korban.

2.     Membuka akses seluas-luasnya kepada media lokal dan internasional untuk mengungkapkan fakta apa yang sebenarnya terjadi terhadap tragedi gempa dan tsunami yang sangat dahsyat di Acheh. Ini sangat penting untuk tranparansi informasi yang diterima oleh publik.

3.     Persoalan konflik politik tetap menjadi agenda penting bagi para pihak kalaupun belum bisa dilakukan saat ini. Pendekatan militer dalam penyelesaian konflik harus segera dihentikan, karena pola penyelesaian yang militeristik akan menambah beban penderitaan rakyat Acheh yang mengalami musibah yang tentunya menyisakan duka, trauma dan stress. Oleh karenanya pemerintah RI harus berani mengambil sikap politik dengan menghapus status darurat sipil, dan kembali melanjutkan perundingan dengan GAM/PNA sebagai tindakan rasional pasca bencana yang melanda Acheh. Kami sangat yakin kebijakan dialogis yang demokratis akan mampu mengurangi penderitaan rakyat Acheh.

 

Demikianlah siaran pers ini kami buat untuk kepentingan kemanusiaan, demokrasi dan perdamaian serta penegakan hak asasi manusia di Acheh.

 

Jakarta, 01 Januari 2005
Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA)

Nasruddin Abubakar
Dewan Presidium

Kontak Person: 08158760497                                                                                                                  

 

 

AT FrontPage | Quotable Quotes | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition  | WordWealth | Community

Archive | AT Inc. & Disclaimer | Testimonials | Write Us

Copyright © 1999 - 2006 The Acheh Times, powered by Hivelocity.