PEUSIJUK: MEMBERKATI PERAHU TURUN LAUTAuthor: PENYINTAS TSUNAMI
Category: General
Date: 04/23/06
Comentary/Press Release
Meulaboh, Pucok Lueng, 22 April 2006. Hari Lingkungan 2006 di
Aceh diperingati oleh komunitas Pucok Lueng dengan ritual adat
pemberkatan tepung tawa r atau Peusijuk yang akan dihadiri lebih
dari 500 undangan. Masyarakat lokal mengundang para pejabat
pemerintahan daerah, donor internasional, organisasi kemanusiaan
nasional dan internasional untuk bergabung bersama dalam ritual
Peusijuk untuk memberikan restu dengan simbol menebarkan tepung
tawar di atas 5 buah kapal masyarakat yang akan berlayar pertama
kalinya, untuk mendoakan keselamatan dan kesejahteraannya. Komunitas
Pucok Lueng sudah aktif berkegiatan mandiri untuk programnya
semenjak tsunami melanda desanya yang kini tinggal seluas 480 hektar
dan populasi sebanyak 453 jiwa, dengan 51% populasi adalah perempuan.
Musliadi , Ketua dari Lembaga Ekonomi Masyarakat Maju Bersama di
Pucok Lueng, mengatakan, "Kami sangat bangga meluncurkan kelima
perahu ini yang sudah kami bangun sendiri dari awal dengan kerja
keras dari teman-teman yang selamat dari musibah. Kami belajar untuk
saling memberdayakan satu sama lain dan konsisten dalam komitmen
untuk membangun kehidupan dan matapencaharian kami tanpa mengganggu
lingkungan sekitarnya." LEM didirikan untuk mendukung komunitas
dalam penanganan sumber daya alam di Pucok Lueng. Semua dana bantuan
yang disalurkan ke Pucok Lueng harus didiskusikan antar warga dalam
LEM untuk memastikan kecocokannya dalam memenuhi kebutuhan para
survivor dan prinsip-prinsip akuntabilitas.
Enambelas bulan setelah tsunami dan gempa, para survivor masih
tinggal di tempat penampungan sementara dan barak. Yayasan
Pembangunan Kawasan (YPK), sebuah organisasi non-pemerintah
lingkungan di Meulaboh telah mengambil peran besar dalam
memfasilitasi masyarakat Pucok Lueng untuk menjalankan aktivitas
rehabilitasi pembangunan kembali berbasis masyarakat. Didirikan
1999, YPK sudah merajut kerjasama dan kemitraan dengan organisasi
nasional maupun internasional untuk mendukung pembangunan kembali
kehidupan di Pucok Lueng berfokus pada pengelolaan lingkungan hidup
yang berkelanjutan. Pada 22 April 2005, YPK dan Global Environmental
Facility/Small Grants Programme (GEF/SGP) memfasilitasi dan melatih
para pelatih kampung untuk perencanaan ruang berbasis masyarakat
untuk pembangunan Pucok Lueng paska tsunami. "Pucok Lueng adalah
satu dari sebagian komunitas yang secara sadar memilih
langkah-langkah pemulihan melalui kegiatan mandiri. Persis setahun
lalu, kami duduk selama 3 hari untuk merencanakan kehidupan kita
bersama. Peta yang dibuat oleh masyarakat pada waktu itu dipasang di
kantor LEM di tengah-tengah Pucok Lueng sebagai referensi untuk
memantau perkembangan pembangunan yang kami lakukan sendiri", begitu
penuturan T. Irwansyah, Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan
Kawasan.
"Hidup memang tidak mudah, tapi kami sanggup menangani permasalahan
yang kami hadapi dalam kebersamaan dengan dukungan dari pemerintahan
lokal, lembaga dana dan juga organisasi lainnya. Kami sangat
berterimakasih pada mereka karena memahami perasaan kami dan tidak
memperlakukan kami sebagai korban semata dan berharap ke depannya
kemitraan ini dapat berlanjut dengan semangat saling menghormati,"
kata Musliadi. Warga desa sudah menyesuaikan rencana-rencana
pembangunannya secara berkala dengan berbagai pertemuan desa. Salah
satu keputusan masyarakat adalah ketika mereka merubah keputusan
untuk merubah rencana distribusi 34 perahu kecil dalam menjadi
pembuatan 5 buah kapal besar oleh kelompok nelayan LEM Maju Bersama.
Warga berhasil menabung sekitar 20% dari hasil keringat mereka
ketika periode kerja-kerja yang menghasilkan uang tunai untuk
membeli tanah dimana mereka bisa membangun sekolah. Komunitas ini
juga sudah menikmati hasil panen pertamanya dari padi yang
menggunakan bahan kimia rendah; juga hasil penjualan pertama mereka
dari kerajinan kayu dan benang kasab. "Kami berharap para donor bisa
menghormati kebutuhan-kebutuhan kami untuk meningkatkan kapasitas
kami dan kemampuan kami untuk pemberdayaan kehidupan kami kearah
yang lebih baik dengan situasi damai dan aman. Insya Allah,
kesejahteraan akan datang kepada kami tanpa harus bergantung pada
donor atau menghancurkan lingkungan alam kami. Kami ingin melihat
apa yang kami lakukan sekarang dapat terus berlanjut dan dinikmati
anak cucu kami."
Untuk informasi lebih lanjut mohon hubungi: T. Irwansyah
(0815-34043793); Faisal (0812-6915014); YPK Office (0655- 7001951);
Musliadi (0815-34637776).
|