|
Berita terakhir:
|
|
|
|
Photo rekaman peristiwa
ditemukan
31 Maret 03 ——
KONTRAS telah menerima laporan pengaduan tentang terjadinya
penculikan terhadap 2 orang aktivis kemanusiaan Acheh,
masing-masing bernama Mukhlis (27) dan Zulfikar (24) . Mereka
adalah aktivis kemanusiaan yang bekerja pada suatu NGO yang
bernama Link for Community Development (LCD) di Kabupaten
Bireuen.
Laporan lengkap>
|
|
Pengrusakan & pembakaran kantor dan mobil JSC
05 Feb 03 —— Sekitar
500 orang massa yang berasal dari kec. Bukit dengan mengendarai sejumlah
kendaraan berupa sepeda motor, bus, truk, pick up dengan dikawal oleh aparat TNI
kesatuan Kostrad 431/SSP menuju Buntul Kubu, Takengon.
Laporan lengkap> |
|
|
Tim Monitoring Independen ungkapkan
berbagai pelanggaran |
|
26 Jan 03 —— Angkatan
TNA membantah keras tuduhan pemerintah RI bahwa anggota TNA melanggar
Kesepakatan Bersama Penghentian Permusuhan dengan melakukan penembakan terhadap
TNI di Teumieng, Lokop, dan di Meureuhom Daya, Lamno.
Laporan lengkap> |
|
|
Pernyataan teror terhadap
rakyat Acheh
Provokator dan antisipasi masyarakat |
|
26 Jan 03 ——
Seolah-olah GAM selalu dan satu-satunya yang melanggar KBPP adalah tak
lebih dari usaha menciptakan opini publik untuk menutupi kesalahan sendiri yang
demikian banyak.
Laporan lengkap> |
|
|
Analisa Pejanjian Jenewa |
|
01 Jan 03 ——
Perjanjian ditandatangani, Abdullah Puteh umpamanya telah mengeluarkan
pernyataan akan meminta tambahan jumlah polisi untuk mengisi pos-pos polisi yang
masih kosong. Pernyataannya itu bertentangan sekali dengan point (d) Perjanjian.
Laporan lengkap> |
|
|
Perjanjian Penghentian Permusuhan GAM-RI
Sebuah analisa
rasional |
|
25 Des ——
Kebingungan di pihak media dunia
ini mungkin disebabkan karena banyak diantara mereka yang telah diberikan naskah
draft proposal Indonesia dan bukannya teks yang ditandatangani.
Laporan lengkap> |
|
|
Pasca penandatanganan
perjanjian Geneva |
|
Megawati alias Megaproblem? Mayat ditemukan dan
serangkaian intimidasi; dan tutunan Achenese civil society |
|
18 Des —— Orang-orang yang dinilai dan terkesan melawan
partai tersebut, mereka hilangkan secara paksa melalui para penembak misterius.
Laporan lengkap> |
|
|
Rangka
penghentian
permusuhan GAM-RI |
|
14 Des ——
Agar terlaksananya proses ini, kedua belah pihak setuju untuk berusaha
secepat-cepatnya ke arah tercapainya suatu perjanjian penghentian permusuhan
dengan mekanisme. GAM menegaskan bahwa
penantanganan ini adalah lankah pertama. Segala keputusan dalam menentukan
nasib sendiri akan diserahkan kepada dan atas musyawarah rakyat Acheh.
Laporan lengkap> |
|
|
Pernyataan kembali kemerdekaan Acheh, Sumatra |
|
04 Des —— Janganlah
kita hendaknya menyimpang dari kenyataan, bahwa untuk
menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung antara Acheh dan
Indonesia, kita mesti kembali menyusuri akar konflik.
Laporan lengkap> |
|
|
Rekomendasi & Petisi Perdamaian Acheh |
|
30 Nov —— Sumber konflik di
Acheh bukan pada persoalan ekonomi, keuangan dan agama,
melainkan pada keinginan serta kebutuhan rakyat Acheh terhadap kebebasan
menentukan nasib sendiri.
Laporan lengkap> |
|
|
Pengepungan Chot Trieng; GAM
minta TNI mundur
Amnesty International: Penyeksaan dan 'kehilangan'
petani |
|
27 Nov ——
kami telah menarik/menyusupkan
keluar separuh dari kekuatan kami dari rawa-rawa Chot Trieng,
jadi tidak ada lagi alasan bagi TNI untuk takut menyerang
posisi TNA dalam rawa tersebut.
Laporan lengkap> |
|
|
Expressi
yang terlalu brutal & sikap yang tidak mendidik |
|
25 Nov ——
Terlalu
naïf kalau Pangdam IM mengatakan bahwa orang-orang yang
diseruduknya itu sebagai orang-orang yang mencari keuntungan.
Laporan lengkap> |
|
|
RI Gagal memfaatkan langkah damai GAM |
|
22 Nov —— Masyarakat
sipil Acheh tidak lagi menginginkan pemerintah RI mengambil atau melaksanakan
kebijakan sepihak dalam penyelesaian konflik Acheh, melainkan harus berdasarkan
kesepakatan bersama RI-GAM serta harus menghargai keinginan rakyat Acheh untuk
menentukan nasib sendiri secara bebas, demokratis dan damai.
Laporan lengkap> |
|
|
Dialog 9 Desember 2002 & pengepungan Chot Trieng |
|
21 Nov ——
Perjuangan Pemerintah Negara Acheh
bersama TNA adalah untuk merebut kembali kemerdekaan Bangsa Acheh dari tangan
penjajah. PNA mengharapkan RI tetap berpegang teguh secara konsekuen pada hasil
Perundingan Jenewa tanggal 10 Mei 2002.
Laporan lengkap> |
|
|
Perundingan
Jenewa & kebingungan Indonesia |
|
19 Nov —— Para
pimpinan ASNLF menggunakan kesempatan ini untuk menegaskan bahwa tidak pernah
ada keputusan dari ASNLF dan HDC tentang tanggal penandatanganan apa yang
dinamakan dengan "persetujuan damai" sebagaimana yang diumumkan berulang kali
oleh para pejabat tinggi RI.
Laporan lengkap>> |
|
|
Rumah dibakar; TNI memblokir
bahar makanan |
|
16 Nov —— TNI kembali melakukan operasi militer ke
kecamatan Sawang. TNI melancarkan serbuan dan dibalas Pasukan TNA yang berada
disana. Kontak senjata pecah sejak pukul 08 pagi dan berhenti sekitar pukul
17.30.
Laporan lengkap>> |
|
|
Operasi Pengepungan Nisam, Acheh Utara |
|
15 Nov ——
satu unit helicopter terbang melintasi perkampungan telah
memuntahkan peluru, dimana sejumlah masyarakat yang mengungsi mendengarkan suara
letusan yang sangat besar. Namun tentang jumlah korban belum dapat didata,
karena kawasan tersebut masih terus dikepung oleh aparat TNI.
Laporan lengkap>> |
|
|
Pemerintah RI jangan kobarkan perang & kekerasan lagi |
|
BANDA ACHEH, 13 Nov ——
Menyerang dan
mengepung GAM sebenarnya tidak berbeda dengan memerangi rakyat
Acheh. Sebab, di samping GAM sebagai rakyat Acheh, faktanya
bahwa yang paling banyak menjadi korban adalah rakyat sipil.
Rakyat Acheh selalu dikorbankan hanya karena alasan
meminimalisir GAM.
Laporan lengkap>> |
|
|
Laporan insiden sejak hari pertama mogok rakyat
Acheh |
|
Korban dikejar dan ditembak hingga tewas (sedang mengenderai sepeda motor) di tempat itu. Kemudian korban diambil dan dibuang ke belakang Kantor Pemadam Kebakaran di Pasar Inpres Lhokseumawe.
Laporan lengkap>>
|
|
|
Hormati seruan mogok, bus tidak beroperasi, pusat niaga tutup
|
|
Para perusahaan angkutan tidak mau mengambil resiko untuk beroperasi sejak kemarin hingga dua hari berikutnya.
Laporan lengkap>>
|
|
|
TARSA: Pernyataan sikap
|
|
Tolak KODAM di Acheh; pendekatan militeristik bukan sebuah solusi
|
|
Ide pembentukan KODAM ini tidak lebih digagaskan oleh segelintir elit pemerintah daerah dan elit Jakarta yang memiliki kepentingan pribadi dan bukannya keinginan untuk menuntaskan konflik
Acheh (Jan 17)
Laporan lengkap>>
|
|
|
15 -16 Jan 2002; Acheh yang berkecamuk
|
|
Korban berluka tembak dan sudah jadi mayat dibuang di Panggoi Jalan Medan-Banda Acheh, namun pada 07:30 mayat korban baru diambil oleh masyarakat. (16 Jan)
Laporan lengkap>>
|
|
|
Bumi Rencong terus berdarah
|
|
Militer membakar
|
|
Terjadi kontak senjata antara pasukan AGAM dengan pasukan TNI BKO Makoramil Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara, di Desa Ulee Jalan Kecamatan Peusangan Kabupaten Acheh Utara, dalam kontak senjata tersebut, 5 personil TNI tewas dan 7 lainnya luka-luka. (15 Jan)
Laporan lengkap>>
|
|
|
Menyikapi Dialog untuk Penyelesaian Masalah
Acheh
|
|
FAMIDIA mendesak kepada pemerintah daerah untuk segara meletakkan jabatan nya sebagai Gubernur, karena dianggap telah gagal dan menyalah gunakan amanah atau kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat
Acheh. (13 Jan)
Laporan lengkap>>
|
|
| Penyerangan dan Ekses Terhadap Masyarakat |
| Masyarakat ditelanjangi dan dipukul hingga babak belur, kemudian 4 ekor kambing milik masyarakat diambil oleh TNI BKO Blok B Unit V. (12 Jan)
Laporan lengkap>> |
|
|
| Penculikan Ketua Konsulat SIRA
Acheh Besar; Korban ditahan di Jantho; Pukul 11.00 korban berangkat dari rumahnya di Ulee Kareng bersama rekannya (namanya belum diketahui) yang juga kontraktor dengan kereta tujuannya ke kantor Bupati
Acheh Besar untuk mengurus suatu hal (proyek). (12 Jan)
Laporan lengkap>> |
|
|
| Korban disayat-sayat tubuhnya, perutnya dibelah oleh TNI BKO Makoramil |
| Empat GAM syahid; 18 TNI tewas (08 Jan)
Laporan lengkap>> |
|
|
| Pertempuran Samakurok |
| Sembilan Personil TNI Tewas |
| Info lain: Warga Desa Tanjong dianiaya aparat TNI (07 Jan)
Laporan lengkap>> |
|
|